Terungkap Saat Evaluasi, 11 SPPG di Mimika Dihentikan

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Sebanyak 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika terpaksa dihentikan sementara operasionalnya setelah ditemukan belum memenuhi standar kelayakan dalam proses evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.

Temuan tersebut mencuat dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) MBG yang digelar di Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Selasa (14/4/2026).

Wakil Bupati Mimika yang juga Ketua Satgas MBG, Emanuel Kemong, menyampaikan bahwa penghentian dilakukan sebagai langkah preventif guna menjamin keamanan dan kualitas layanan kepada masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

“Masalah administrasi belum dilengkapi sehingga sementara dihentikan. Ini bukan permanen, tetapi sampai mereka memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Dari total 18 SPPG yang sebelumnya beroperasi, kini hanya 7 unit yang masih aktif. Sementara 11 lainnya tengah menjalani proses evaluasi dan pembenahan, terutama terkait kelengkapan dokumen, sertifikasi, serta standar sanitasi seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Emanuel menegaskan bahwa aspek kelayakan menjadi perhatian utama pemerintah, mencakup kondisi dapur, kesiapan tenaga kerja, fasilitas pendukung, hingga tingkat kebersihan.

Menurutnya, langkah tegas ini diambil untuk menghindari risiko yang dapat merugikan masyarakat, seperti hal hal yang tidak diinginkan bersama dan berpotensi memicu keresahan publik.

“Kita prinsipnya preventif. Jangan sampai makanan yang tidak memenuhi standar justru berdampak buruk dan menimbulkan opini negatif di masyarakat,” tambahnya.

Selain pengawasan, pemerintah juga menilai pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait program MBG. Emanuel menyebut masih adanya stigma negatif akibat kurangnya pemahaman terhadap manfaat program tersebut.

“Manfaatnya sangat baik, tujuannya sederhana: anak-anak kita sehat dan pintar. Karena itu perlu sosialisasi agar tidak terjadi salah persepsi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang, mengungkapkan bahwa saat ini program MBG di Mimika baru menjangkau 4 dari total 18 distrik, yakni Mimika Baru, Wania, Mimika Timur, dan Kuala Kencana.

Jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 41 ribu orang, terdiri dari peserta didik serta kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Ia mengakui bahwa distribusi layanan masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Untuk itu, diperlukan dukungan berbagai pihak guna memperluas jangkauan program ke distrik lainnya.

Terkait SPPG yang dihentikan sementara, Nalensius menegaskan bahwa pemerintah memberikan kesempatan kepada pengelola untuk segera melakukan perbaikan.

“Sesegera mungkin harus dibenahi. Kalau sudah memenuhi syarat, akan kita buka kembali,” terangnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan monitoring langsung ke sejumlah lokasi, termasuk SPPG yang disuspensi, guna memastikan kesiapan operasional sekaligus menjaga kualitas layanan program MBG di Kabupaten Mimika.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *