MIMIKA,(timikabisnis.com) – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kabupaten Mimika didesak untuk konsisten menjalankan regulasi terkait pemberdayaan kontraktor Orang Asli Papua (OAP), dengan memberi perhatian serius kepada kontraktor lokal dalam pelaksanaan berbagai proyek pembangunan.
Hal tersebut disampaikan kontraktor OAP, Yohana Alomang, kepada wartawan di Kantor DPRK Mimika, Selasa (14/4/2026).
Sebagai putri kelahiran Amungme, Yohana menilai keterlibatan kontraktor OAP hingga saat ini masih sangat terbatas. Ia menegaskan pemerintah daerah perlu memberikan kesempatan yang lebih adil agar masyarakat asli dapat berperan aktif dalam pembangunan di daerahnya sendiri.
“Kami berharap OPD tidak hanya mengatasnamakan masyarakat asli, tetapi benar-benar melibatkan kami dalam pekerjaan. Selama ini yang kami terima hanya janji-janji saja, sementara kesempatan kerja masih sangat minim,” ujarnya.
Secara khusus, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika untuk memberikan ruang kepada kontraktor OAP, terutama mama-mama, yang dinilai siap bekerja dan berkontribusi dalam menjaga serta meningkatkan kebersihan lingkungan.
“Kami mama-mama juga siap kerja. Kami ingin diberdayakan agar bisa membantu membangun daerah kami sendiri,” tambahnya.
Yohana menegaskan bahwa masyarakat OAP memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan nyata dari pemerintah agar mereka dapat berkembang dan berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan daerah.
Ia juga mendorong seluruh OPD agar lebih terbuka dalam memberikan peluang kerja kepada masyarakat lokal, sehingga kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada peningkatan kesejahteraan OAP.
Selain itu, Yohana menyoroti kondisi lingkungan di Mimika yang dinilai belum tertata dengan baik. Permasalahan banjir di sejumlah wilayah disebut sebagai dampak dari kurangnya perhatian terhadap penataan lingkungan dan kebersihan.
“Jika tidak segera ditangani dengan baik, kondisi ini bisa semakin parah dan menjadikan Mimika sebagai daerah rawan banjir,” katanya.
Ia pun mengimbau para kepala distrik untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, kesadaran bersama sangat penting guna mencegah banjir serta menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan rapi.(Anis Batalotak)

