Timika (timikabisnis) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Darwin Kurnia Rombe, kembali mengunjungi wilayah Dapil I dalam rangka Reses Tahap II Tahun 2025, Jumat (10/10). Adapun wilayah yang dikunjungi dihari kedua tersebut Kelurahan Timika Jaya, Kelurahan Nina Bua, dan Kelurahan Wanagon.
Pada kesempatan pertama, Darwin mengunjungi warga Jalur 2, kelurahan Timika Jaya, Kegiatan dihadiri para pengurus RT/RW dan warga dari sejumlah wilayah di Timika Jaya.
Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan penting yang mereka hadapi, mulai dari kondisi infrastruktur, Drainase, fasilitas umum, hingga masalah sampah.
Ketua RT 19, Ibu Yunike, menyampaikan terima kasih kepada Bapak Darwin Rombe, maupun kepada Pemerintah Daerah yang mana beberapa aspirasi warga sudah terjawab, seperti usulan pengadaan umbul-umbul untuk RT 17,18 dan 19, sudah direalisasikan dan dipakai pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2025.
Selain itu usulan penerangan di jalur 2 sudah menyala sebagian, kemudian air bersih sudah dinikmati sebagian masyarakat, peningkatan jalan aspal juga sudah rasakan masyarakat, karena itu mewakili warga timika jaya dirinya menyampaikan ucapan terimakasih.
Ia juga mengungkapkan, wilayah mereka kerap dilanda banjir ketika hujan deras akibat drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki saluran air di lingkungannya.
“ setiap hujan parit tergenang, sudah dibuat saluran besar didepan tapi parit lingkungan masih terbengkalai”
Lebih lanjut Ia mengusulkan, apabila ada pekerjaan dari pemerintah hendaknya melibatkan warga sekitar agar warga yang masih menganggur bisa bekerja.
Sementara itu, warga SP2, Yohanes, mengusulkan peningkatan jalan lorong mangga untuk ditailing, agar aktifitas warga bisa lancar.
Ibu Abi, menyoroti kebersihan lingkungan di RT.19, Ia menyampaikan harapan kepada Bapak Darwin untuk pengadaan motor sampah.
“Agar warga tertib tidak buang sampah ke jalan-jalan, kami mengharapkan motor sampah, untuk operasional nanti setiap kepala keluarga menyetor iuran sampah, hal ini berkoordinasi dengan RT” ujarnya.
Aspirasi yang sama juga disampaikan warga Nina Bua dan Wanagon, yaitu terkait infrastruktur jalan, penerangan, dan drainase agar jadi perhatian pemerintah.
Hal yang menarik disampaikan warga jalan Semangka, Kelurahan Wanagon, yang meminta POS PEKA diaktifkan kembali, karena menurutnya banyak kejadian pencurian akibat tidak adanya keamanan lingkungan.
“Daerah sini rawan maling, pipa, bahkan sendal warga sering dicuri, waktu itu ada pos peka tapi tidak berfungsi, mohon kiranya pos PEKA diaktifkan kembali” ujar Vina yang seorang ibu rumah tangga.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Darwin Kurnia Rombe menyampaikan dirinya telah mengusulkan program pembangunan secara terpadu, meliputi jalan lingkungan, drainase, dan penerangan jalan, agar pelaksanaan pembangunan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kami sudah dorong agar pembangunan dilakukan dalam satu paket agar hasilnya maksimal dan tidak tumpang tindih antarprogram,” ujar Darwin.
Terkait Drainase dilingkungan SP2, Ia memperhatikan wilayah SP2 sini rawan banjir, banyak titik-titik banjir, masyarakat merasakan dampak curah hujan menggenangi banyak rumah. Untuk itu Ia akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar pembuangan air bisa dialirkan ke sungai terdekat.
Untuk usulan pemberdayaan warga disetiap pekerjaan pemerintah, dirinya selalu menyampaikan ke OPD Teknis, setiap pekerjaan wajib memberdayakan masyarakat sekitar, hal ini guna mengurangi dampak pengangguran. “Agar masyarakat juga dapat menikmati dampak dari pembangunan tersebut” Ujarnya.
Menanggapi usulan peningkatan jalan tailing di lorong mangga, Darwin mengatakan bahwa setiap lorong di SP2 sudah diusulkan ke dinas PU, namun demikian pengerjaannya tidak bisa langsung dilakukan, harus bertahap disesuaikan dengan anggaran pemerintah.
Terkait persoalan sampah, Ia menyampaikan saat ini pemerintah sudah ada program bank sampah, jadi sampah bisa ditukar dengan uang.
“ Jadi sampah bisa dikumpul dan dijual ketempat yang disediakan seperti Distrik Miru dan Distrik Wania. untuk motor sampah semoga tahun depan sudah bisa direalisasikan” ujarnya.
Saya tetap berkomitmen untuk mengawal aspirasi yang disampaikan untuk diteruskan ke pemerintah.
Ia menambahkan seluruh aspirasi masyarakat akan diteruskan dan dikoordinasikan dengan komisi-komisi terkait di DPRK Mimika, agar dapat dimasukkan dalam program prioritas pembangunan daerah.
Kegiatan reses tersebut berlangsung penuh keakraban dan menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung kepada wakil rakyat. (don)

