MIMIKA, (timikabisnis.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika asal Daerah Pemilihan (Dapil) II dari Partai Bulan Bintang (PBB), Derek Tenouye, melaksanakan kegiatan Reses Tahap II Masa Sidang III Tahun 2025 dengan melibatkan warga dari dua kelurahan, yakni Kelurahan Kebun Sirih dan Kelurahan Perintis, Distrik Mimika Baru,Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (11/10/2025), dihadiri perwakilan pemerintah kelurahan, di antaranya Sekretaris Lurah Perintis, Lexi, serta perwakilan dari Kelurahan Kebun Sirih. Acara berjalan penuh antusias dengan berbagai aspirasi warga yang disampaikan, mulai dari persoalan infrastruktur, kebersihan lingkungan, hingga penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Derek Tenouye menegaskan bahwa reses merupakan agenda penting anggota dewan untuk turun langsung ke masyarakat dan menyerap aspirasi mereka.
“Kegiatan reses ini adalah salah satu agenda dewan untuk mendengarkan langsung aspirasi warga agar bisa kita perjuangkan sesuai mekanisme. Saya juga berharap hasil Musrenbang di tingkat kelurahan dapat disinkronkan dengan aspirasi saat ini sehingga mudah dikawal,” ujarnya.
Warga RT 01 Kelurahan Kebun Sirih mengusulkan pembangunan drainase, rumah layak huni, dan lampu jalan. Persoalan kebersihan serta penanganan sampah juga menjadi perhatian utama.
Sementara warga RT 10 Kelurahan Kebun Sirih meminta pembangunan jembatan baru karena kondisi jembatan yang ada saat ini terlalu pendek sehingga menyebabkan air meluap dan menimbulkan banjir. Mereka juga menyoroti penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran, di mana masih terdapat penerima yang telah meninggal atau pindah alamat namun tetap terdata sebagai penerima bantuan.
Aspirasi serupa juga datang dari Kelurahan Perintis. Warga RT 01 menyoroti persoalan banjir, rumah layak huni, dan minimnya penerangan jalan. Mereka berharap pemerintah dapat menindaklanjuti usulan yang berulang kali disampaikan dalam forum Musrenbang, baik di tingkat kelurahan, distrik, maupun kabupaten.
Warga RT 06 Kelurahan Perintis juga mengeluhkan masalah banjir yang belum tertangani dengan baik, meski telah sering disampaikan dalam berbagai forum. Adapun warga RT 04 Perumahan Timika Indah II meminta pengaspalan jalan, penerangan umum, serta dukungan untuk pembangunan Gereja GKI di wilayah mereka.
Sekretaris Lurah Perintis, Lexi, mengungkapkan bahwa pihak kelurahan mengalami keterbatasan dalam mengelola dan memperbarui data penerima bantuan sosial.
“Kami di kelurahan tidak memiliki akses untuk mengunggah data bansos, padahal yang paling mengetahui kondisi warga sebenarnya adalah kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, masih banyak warga di wilayah perkotaan seperti Kelurahan Perintis yang sangat membutuhkan rumah layak huni, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah ke depan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Derek Tenouye menegaskan bahwa masukan dari warga akan menjadi dasar bagi pihaknya untuk memnyampaikan ke pemerintah daerah melalui masing masing OPD.
“Data dan fakta yang kita terima langsung dari masyarakat selama reses ini akan menjadi dasar untuk dibahas bersama pemerintah,” ujarnya.
Derek juga menekankan pentingnya pembaruan data bansos agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
“Data harus terus diperbarui supaya bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Menutup kegiatan, Derek Tenouye menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir dan aktif menyampaikan aspirasi. Ia berharap komunikasi seperti ini terus terjalin agar pembangunan di Mimika semakin merata.
Usai kegiatan, Derek menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan Kelurahan Perintis, Kelurahan Kebun Sirih, serta para Ketua RT. Acara ditutup dengan sesi foto bersama. (Anis Batalotak)

