MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak sekaligus menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penguatan mutu pelayanan pemeriksaan ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil, khususnya pada kunjungan pertama (K1) dan kunjungan kelima (K5).
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Sisma HL, saat membuka pertemuan peningkatan kompetensi pelayanan USG yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh para dokter dari 30 fasilitas kesehatan yang terdiri atas BLUD Puskesmas, puskesmas, klinik, dan rumah sakit di Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, Hisma menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil menjadi salah satu langkah strategis untuk mendeteksi secara dini berbagai risiko kehamilan yang berpotensi membahayakan ibu maupun janin.
Menurutnya, kehadiran para dokter dari berbagai fasilitas kesehatan merupakan pilar utama dalam mendukung keberhasilan program kesehatan ibu dan anak yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
” Melalui penguatan kompetensi USG dan koordinasi pelayanan yang lebih solid, saya berharap deteksi dini terhadap risiko kehamilan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan akurat,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan USG pada masa kehamilan memiliki peran penting dalam memantau kondisi ibu dan perkembangan janin.
Dengan kemampuan tenaga kesehatan yang semakin baik, berbagai potensi komplikasi dapat diidentifikasi lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara optimal.
Selain meningkatkan kemampuan teknis tenaga medis, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk membangun koordinasi dan menyamakan persepsi antar fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
Sisma berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan, berbagi pengalaman, serta mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Ia juga mengingatkan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan secara maksimal di tempat tugas masing-masing demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Mimika.
” Serap ilmu yang diberikan, diskusikan kendala di lapangan, dan implementasikan hasil pertemuan ini dengan penuh tanggung jawab di wilayah kerja masing-masing demi keselamatan ibu dan bayi di Kabupaten Mimika,” tegasnya. (Lyddia Bahy).

