Rasio Tenaga Kesehatan di Mimika Belum Penuhi Standar Nasional

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Mimika saat ini tercatat sebanyak 2.169 orang, termasuk tenaga yang telah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, angka tersebut dinilai belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Rizal Ubra, mengatakan berdasarkan laporan akuntabilitas kinerja, rasio tenaga kesehatan di Mimika masih belum memenuhi target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pemerintah pusat menetapkan standar minimal dua dokter, dua perawat, dan dua bidan untuk setiap 1.000 penduduk.

Ia mengatakan, Saat ini, jumlah dokter yang bertugas di puskesmas tercatat sebanyak 79 orang. Dengan jumlah penduduk sekitar 315 ribu jiwa berdasarkan data tahun sebelumnya, Mimika masih kekurangan sekitar 300 dokter untuk mencapai rasio ideal.

“Kalau melihat rasio jumlah tenaga dokter hari ini, dengan penduduk 315 ribu berdasarkan data tahun sebelumnya, kita masih kurang kira-kira 300 dokter,” ujar Reynold saat diwawancarai wartawan, Senin (2/2/2026).

Ia menegaskan, upaya efisiensi tidak berarti mengurangi jumlah tenaga yang ada, melainkan mengoptimalkan sumber daya melalui berbagai strategi dan skenario pelayanan.

“Efisiensi itu bukan berarti kita kurangi, tetapi bagaimana yang ada kita optimalkan agar tetap bisa bekerja maksimal,” katanya.

Menurut Reynold, pertumbuhan penduduk di Mimika yang mencapai hampir 5 persen per tahun turut memengaruhi meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Ketika terjadi kenaikan jumlah penduduk, pasti kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat juga meningkat,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Reynold Ubar, Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong penguatan enam program prioritas kesehatan. Salah satu fokusnya adalah pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan posyandu, pos kesehatan desa, serta program dokter kecil di sekolah sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.

“Kita coba memberdayakan masyarakat lokal untuk bisa menyuluh. Di sekolah-sekolah mungkin ada dokter kecil, itu kita optimalkan,” jelasnya.

Sementara itu, di RSUD Mimika saat ini tersedia sekitar 21 dokter spesialis. Meski demikian, kebutuhan tenaga dokter spesialis secara keseluruhan masih belum terpenuhi.

“Di RSUD kurang lebih ada 21 dokter spesialis. Secara keseluruhan memang masih membutuhkan tambahan tenaga dokter spesialis,”ungkapnya.

Kendati demikian, Kata Dia, Dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, Dinkes Mimika berharap optimalisasi tenaga kesehatan dan inovasi pelayanan dapat terus didorong agar layanan kesehatan tetap maksimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *