MIMIKA,(timikabisnis.com) – Kepemimpinan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika resmi berganti melalui prosesi serah terima jabatan yang digelar di aula rumah sakit, Selasa (7/4/2026).
Direktur sebelumnya, dr. Antonius Pasulu, menyerahkan jabatan kepada direktur baru RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam yang akrab disapa dr. Lenny. Kegiatan tersebut disaksikan langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, mewakili Bupati Mimika, selain itu hadir pula jajaran manajemen dan tenaga medis RSUD.
Mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob, Ananias Faot menegaskan bahwa pergantian pejabat dalam birokrasi merupakan hal wajar untuk menjaga kesinambungan pelayanan publik. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dr. Antonius Pasulu selama menjabat direktur RSUD Mimika.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal di lingkungan rumah sakit. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama tanpa sekat di antara pegawai.
Direktur RSUD Mimika yang baru, Faustina Helena Burdam, menyatakan kesiapannya melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus melakukan pembenahan di berbagai sektor layanan kesehatan.
Ia menyoroti tantangan utama ke depan, terutama penguatan sumber daya manusia, khususnya ketersediaan dokter spesialis, serta dukungan anggaran yang memadai.
“Mempertahankan yang sudah baik memang tidak mudah, tetapi dengan keterbukaan dan kerja sama, kita bisa membawa pelayanan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh unsur pendukung rumah sakit, termasuk petugas kebersihan dan keamanan, dalam menciptakan kenyamanan bagi pasien dan keluarga.
Sementara itu, mantan Direktur RSUD Mimika, Antonius Pasulu, mengenang masa kepemimpinannya sejak Januari 2020 yang diwarnai berbagai tantangan, terutama saat pandemi Covid-19.
Meski demikian, RSUD Mimika tetap menjalankan berbagai agenda penting, termasuk dukungan pada pelaksanaan PON 2021 dan Pesparawi.
Di bawah kepemimpinannya, sejumlah capaian berhasil diraih, di antaranya penghargaan pusat pelayanan kecelakaan kerja terbaik pada 2021 serta akreditasi paripurna pada 2023.
Inovasi layanan juga dikembangkan, seperti penerapan rekam medis elektronik dan sistem pendaftaran daring.
Dari sisi keuangan, pendapatan RSUD Mimika meningkat signifikan dari Rp27 miliar pada 2019 menjadi Rp122,3 miliar pada 2025, disertai peningkatan fasilitas dan total 804 tenaga kerja lintas bidang.
Menutup masa jabatannya, Antonius menyatakan komitmennya untuk tetap mendukung kemajuan RSUD Mimika ke depan.
“Saya siap dan terbuka untuk berdiskusi serta mendukung kemajuan RSUD Mimika ke depan,” pungkasnya.(Liddya Bahy)

