Pertemuan Lintas Sektor dengan Dinkes bahas soal Penurunan AKI/AKB dan Stunting di Timika

TIMIKA (timikabisnis.com) Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melakukan Pertemuan Lintas Sektor Terkait Percepatan Penurunan AKI/ AKB dan Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2021, Selasa (29/6), di Hotel Grand Tembaga, Timika, Papua.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 29-30 Juni 2021.
Menurut Asisten I, Yulianus Sasarari saat menyampaikan sambutan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan visi misi Bapak Presiden.

“Yaitu pembangunan sumber daya manusia yang dimulai dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita dan kesehatan anak usia sekolah” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika, saat ini terus berkomitmen dalam mengedepankan berbagai urusan pada bidang kesehatan melalui program-program prioritas guna tercapainya kesehatan masyarakat di Kabupaten Mimika.

“Saat ini penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta pencegahan stunting menjadi fokus pemerintah” terangnya.
Pertemuan yang dilakukan hari ini, menurutnya sangat baik mengingat kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dalam upaya pembinaan pelayanan kesehatan keluarga dan gizi, khususnya terhadap kesehatan ibu, dan anak agar tetap berkelanjutan.

Yulianus berharap agar pertemuan ini akan meningkatkan kerjasama yang baik antar semua komponen untuk mendukung pelaksanaan kesehatan ibu dan anak demi terwujudnya aksi nyata dalam mengatasi AKI, AKB, dan Stunting di Kabupaten Mimika.

Tidak hanya itu, Ia juga meminta agar Kepala Dinkes Kabupaten Mimika terus berinovasi dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan sesudah hamil untuk menghindari AKI, dan AKB dan juga pentingnya perbaikan gizi bagi balita.

Selaku Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra mengatakan jika kegiatan ini berlangsung selama tiga hari kedepan, dari tanggal 29-30 Juni 2021. Pertemuan lintas sector ini dihadiri oleh OPD dan perwakilan masing-masing Distrik tujuannya untuk membentuk tim kecil.
Tim kecil itu adalah lanjutan dari kegiatan tahun lalu, yang mana pada tahun lalu sudah di bentuk tim besar oleh Bupati Mimika.

“Tim kecil ini untuk implementasi percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak kemudian juga pencegahan dan penanganan stunting”ucap Reynold.
Pihak Dinkes akan melihat peluang-peluang disetiap OPD untuk di himpun menjadi satu bersama Bappeda untuk di intervensi di kampung-kampung yang terdaji lotus prioritas.

Angka kematian ibu dan stunting merupakan bagian indicator pemerintah kabupaten terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Di Kabupaten Mimika angka stunting, Angka kematian ibu, dan anak masih sangat tinggi bahkan lebih dari 10 kali angka kematian ibu, kalua dalam standart SDGs yang ingin dicapai pada tahun 2030 angka kematian dari 105 pada target SDGs itu turun menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup.

“Di Timika sendiri, dalam 13 tahun terakhir ini masih tetap, tetapnya berapa masih 10 kali lebih tinggi. Di timika sampai tahun 2020 masih mencapai 635 per 100.000 kelahiran” jelasnya.
Jika dipotret dari dua bagian besar, unsur pelayanan kesehatan atau unsur pemerintah kemudian unsur masyarakat atau lintas sector maka sebenarnya terhalangnya itu sama secara nasional.

Yaitu ibu-ibu yang melahirkan atau ibu yang hamil mempunyai resiko apabila anak lebih dari 4, usia ibu hamil lebih dari 35 tahun, ibu terlalu muda saat hamil atau menikah di bawah umur 18 tahun, jarak kehamilan antara kelahiran sebelumnya dan sesudahnya tidak sampai 2 tahun.

“Itu terpola sampai sekarang ini dan itu tidak bias diselesaikan oleh dinas kesehatan, hal ini harus diselesaikan secara bersama-sama. Karena pelayanan kesehatan sesuai tujuannya itu harus berkolaborasi dengan sector-sektor lain” ungkapnya.

Pihaknya telah membuat estimasi, kalua sektor kesehatan sendiri memberikan kontribusi dampak terhadap pelayanan kesehatan yang optimal hanya 25 persen. Kalua kesehatan bersama dengan OPD lain itu hanya mencapai 50 persen. Tetapi jika melibatkan masyarakat maka pencapaian Dinkes sekurang-kurangnya dapat mencapai 75 persen.

“Hari ini kita duduk supaya besok kita memetakan, tahun ini mau kerja apa” katanya.
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan tahun lalu, kalua tahun lalu kita lebih terarah ke bagaimana pemda membuat regulasi dan sudah diputuskan oleh Bupati Mimika tentang percepatan penangaan stunting dan penurunan AKI dan AKB, kemudian ada tim kabupaten yang langsung di koordinir oleh Bapedda. Untuk tahun ini kita lebih berbicara tentang implementasinya. (yun)

Administrator Timika Bisnis