Miris! Kunker Komisi III DPRK Mimika Temukan Realita di Wataitiri: Anak Sekolah Berenang Pulang, 4 KK Tinggal Satu Rumah

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dalam Kunjungan Kerja (kunker) Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika di Kampung Pemekaran atau Kampung baru Wataitiri – Atuka Distrik Mimika Tengah, mendapatkan kondisi memprihatinkan yang dialami warga setempat.

Dalam kunjungan pada Kamis (9/4/2026) rombongan Komisi III DPRK Mimika yang dipimpin langsung Ketua Komisi Herman Gafur, didampingi Wakil Ketua Aldof Omaleng, Sekretaris Herman Tangke Pare, serta anggota Yan Peterson Laly, Rampeani Rachman, Benyamin Sarira, Elias Mirip, dan Sasiel Abugau. Turut mendampingi Kunker tesebut
Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas.

Di hadapan para legislator, Kepala Kampung Persiapan (Kampung Wataitiri), Marius Wepumi dan warga
menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang hingga kini belum tersentuh pembangunan, terutama terkait akses transportasi, perumahan, dan fasilitas pendidikan (PAUD) .

Kepala Kampung Persiapan (Kampung Wataitiri), Marius Wepumi, menjelaskan bahwa kampung tersebut mulai berdiri sejak tahun 2022 dengan jumlah Kepala Keluarga kurang lebih sekitar 40-an KK,
Namun, hingga saat ini baru ada 11 unit rumah.

Akibat keterbatasan tersebut, satu rumah terpaksa dihuni oleh dua hingga empat kepala keluarga dengan kondisi yang sangat tidak layak.

“Dengan 11 rumah yang ada, kami harus menampung 32 KK. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena rumah-rumah yang ada juga tidak layak huni,” ungkapnya.

Lebih memprihatinkan lagi, Marius Wepumi menjelaskan bahwa akses menuju sekolah menjadi persoalan serius bagi anak-anak di kampung tersebut.

Setiap pagi, lanjutnya, anak-anak harus diantar orang tua menggunakan perahu untuk menyeberang ke sekolah. “Namun saat pulang sekolah, kami (orang tua) tidak ada karena pergi mencari sehingga anak anak harus berenang menyeberangi jalur perairan untuk balik ke rumah jika tidak ada tumpangan,”ujarnya.

“Anak-anak kami kalau pagi diantar pakai perahu, tapi pulangnya sering tidak ada tumpangan, jadi mereka terpaksa berenang. Kami sebagai orang tua sangat khawatir, karena anak anak pulang sekolah, kami orang tua pergi mencari,”ujar Marius lagi.

Untuk itu, Ia berharap pemerintah daerah segera membangun jembatan penghubung dari Kampung Wataitiri menuju pusat Distrik Mimika Tengah (Atuka) dengan jarak kurang lebih sekitar 400 meter, agar aktivitas masyarakat, khususnya anak sekolah, dapat berjalan aman dan lancar.

“Ini demi masa depan anak-anak kami. Kami mohon dibangun jembatan agar mereka tidak lagi harus berenang saat pulang sekolah,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRK Mimika, Sasiel Abugau, mengaku sangat prihatin setelah melihat dan mendengar langsung kondisi di lapangan.

“Kami melihat sendiri bagaimana anak-anak harus berjuang untuk sekolah. Ini kondisi yang sangat tidak layak dan perlu perhatian serius,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, menegaskan pihaknya akan mendorong agar aspirasi masyarakat Wataitiri menjadi prioritas pemerintah daerah pada tahun mendatang.

“Prioritas utama adalah pembangunan jembatan sebagai akses penghubung, kemudian perumahan layak huni bagi masyarakat. Ini akan kami dorong agar OPD teknis segera menindaklanjuti,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas. Ia menekankan pentingnya perhatian segera dari pemerintah daerah karena menyangkut keselamatan anak-anak.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Anak-anak pulang sekolah sampai harus berenang, ini sangat berbahaya. OPD terkait harus segera turun dan mengambil langkah nyata,” ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal percepatan perhatian pemerintah daerah terhadap Kampung Wataitiri – Atuka yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar dan hunian layak. (Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *