MIMIKA,(timikabisnis.com) – Distribusi elpiji 12 kilogram di Kabupaten Mimika mengalami keterlambatan sehingga stok dilaporkan kosong sementara. Kondisi ini memicu antrean panjang warga di salah satu agen PT Mitra Intimatan yang berlokasi di Nawaripi, Distrik Wania.
Sejak beberapa hari terakhir, warga terlihat memadati agen tersebut untuk mendapatkan pasokan elpiji, terutama ukuran 5,5 kilogram yang masih tersedia. Banyak warga mengaku terpaksa beralih ke tabung ukuran lebih kecil untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Akibat keterbatasan stok, antrean panjang tidak dapat dihindari. Warga bahkan datang sejak pagi hari dan rela menunggu berjam-jam demi memperoleh elpiji.
Salah seorang warga, Irsyad, mengatakan dirinya harus kembali mengantre setelah tidak mendapatkan elpiji 12 kilogram.
“Awalnya saya bawa tabung 12 kg, tetapi sampai di sini dikatakan kosong. Akhirnya saya harus kembali untuk mengantre yang 5,5 kg,” ujarnya.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kalla, menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi sudah diperhitungkan dan saat ini pasokan baru sedang dalam proses pengiriman.
Ia menyebutkan sekitar 5.000 tabung elpiji dijadwalkan masuk pada 14 April 2026 melalui dua agen, yakni Musdalifa dan Indimatam.
“Pihak kami terus berupaya memastikan distribusi berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” kata Junaedi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta membeli elpiji sesuai kebutuhan agar distribusi dapat merata dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.(Liddya Bahy)

