Timika (timikabisnis) – Dalam rangka kunjungan kerja, Komisi I DPRK Mimika mengunjungi kantor Distrik Iwaka, Senin (21/7/2025).
Dipimpin ketua Komisi, Alfian Akbar Balyanan, SH, Daud Bunga, SH, Anton Pali, SH, Iwan Anwar, SH,MH, Ester Rika Komber, Anton Alom, rombongan disambut oleh kepala Distrik Iwaka, Linus Dolame, SE, kepala-kepala kampung dan sejumlah perangkat Distrik.
Kunker Komisi I guna melihat sejauh mana program kegiatan, termasuk apa yang menjadi kendala di Distrik iwaka.
“Kunker ini penting, kami turun kelapangan, sehingga momentum kunker tidak hanya pertemuan dikantor, namun dapat melihat langsung kondisi dilapangan. Kehadiran komisi I akan mendorong usulan dari distrik maupun kampung yang tidak terealisasi, didorong ke Badan Anggaran (Banggar) DPRK untuk ditindaklanjuti oleh eksekutif.” ujar ketua Komisi I, Alfian.
Kepala Distrik Iwaka Linus Dolame, SE memaparkan Distrik Iwaka merupakan daerah strategis bagi Kabupaten Mimika, yang mana semua material pembangunan diambil dari Iwaka, juga perkebunan sayur mayur, kemudian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah juga ada di Iwaka.
“Semua material pembangunan, batu, pasir, timbunan ambil dari distrik iwaka, yang kedua sayur mayur tanam di Iwaka, yang ketiga pembuangan sampah ada di Iwaka” ujar Dolame.
Adapun usulan dari warga Iwaka diantaranya pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat tujuh kampung. kemudian perbaikan infrastruktur jalan, pelebaran jalan menuju TPA, jalan sp 9 sudah rusak, jembatan depan klinik juga sudah tidak layak, selain itu perlu pelebaran aliran sungai karena sering terjadi banjir.

Untuk anggaran Distrik Iwaka di tahun 2023, mengelola anggaran sebesar 9 Miliar rupiah, tahun 2024 sebesar 9 Miliar, dan di tahun 2025 turun menjadi 8 Miliar rupiah. jadi total anggaran yang dikelola Distrik Iwaka selama tiga tahun sebesar 27 Miliar rupiah, ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil ketua komisi I, Daud Bunga, SH mengatakan bahwa selama ini banyak usulan yang tidak diakomodir karena kuranya koordinasi antara Distrik dengan DPRK.
“Selama ini banyak program yang tidak diakomodir, ini permasalahan umum dari dulu, kepala Distrik harusnya intens dengan DPRK khususnya dengan komisi I sebagai mitra kerja, agar apa yang diprogramkan oleh Distrik bisa diperjuangkan oleh banggar DPRK untuk di bahas dengan pemerintah” ujarnya.
Ia menambahkan melihat kondisi di Iwaka memang perlu perhatian lebih dari pemerintah, karena Iwaka merupakan wilayah strategis, perlu perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, pembangunan rumah layak huni, juga normalisasi sungai.
Diwaktu yang sama, sekretaris komisi I, Anton Pali, SH mengatakan Distrik Iwaka merupakan distrik strategis tapi tidak ada kepedulian dari pemerintah.

“ Distrik Iwaka ada beberapa persoalan diantaranya masalah tapal batas antar kampung, kemudian perlu dukungan untuk pemekaran kampung, selain itu bagaimana ada kantor Polsek dan Koramil. Bila ada pembangunan masuk dikampung, kepala distrik harus didepan untuk mengamankan.
“Masalah tapal batas antar kampung, kadistrik saran saya tolong didata warga yang rumah tidak layak dan diajukan kepemerintah dan kami DPR yang akan dorong untuk ke legislatif, jalan ditata dengan baik, tertibkan tanah tanah yang bermasalah. Tapal batas dipastikan dengan baik antara kampung, kalau ada masalah diselesaikan dengan baik” ujarnya.
Anton Pali juga menghimbau kepada perangkat Distrik Iwaka untuk melayani masayarakat dengan baik “Kedepankan pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi apapun” tegasnya.
Usai pertemuan dikantor Distrik, rombongan Komisi I meninjau langsung kondisi sungai yang menurut Distrik terjadi penyempitan aliran sungai sehingga menyebabkan banjir. (don)

