MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya pencegahan penularan hepatitis dari ibu ke anak melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas layanan primer.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Workshop Diagnosis dan Treatment Hepatitis di Hotel Grand Tembaga, Selasa (10/6/2026).
Kegiatan ini diikuti petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) dan klinik pemerintah guna meningkatkan kemampuan dalam melakukan deteksi dini serta penanganan awal kasus hepatitis di masyarakat.
Workshop difokuskan pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di lini terdepan, khususnya dalam mendeteksi hepatitis B pada ibu hamil dan hepatitis C pada kelompok berisiko tinggi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penularan penyakit sejak dini sekaligus memastikan pasien memperoleh penanganan yang tepat.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaluddin, mengatakan pemeriksaan hepatitis bagi ibu hamil merupakan bagian dari layanan pemeriksaan terpadu atau paket 10T. Pemeriksaan tersebut dilakukan bersamaan dengan skrining penyakit lain seperti HIV/AIDS, sifilis, dan malaria.
“Kami berharap petugas di Pustu mampu melakukan pemeriksaan hepatitis B pada ibu hamil. Jika ditemukan hasil positif, maka harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya,” ujar Kamaluddin.
Ia menjelaskan, ibu hamil dengan hasil pemeriksaan HB DNA di atas 200.000 berpeluang mendapatkan terapi pencegahan mulai usia kehamilan 28 minggu. Terapi tersebut bertujuan mengurangi risiko penularan virus hepatitis B kepada bayi saat persalinan.
Setelah bayi lahir, perlindungan dilanjutkan melalui pemberian vaksin HBIG (Hepatitis B Immune Globulin). Bayi kemudian akan menjalani pemeriksaan lanjutan pada usia 9 hingga 12 bulan guna memastikan efektivitas pencegahan yang telah dilakukan.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bayi tidak terinfeksi hepatitis B, program imunisasi hepatitis tetap dilanjutkan sesuai jadwal. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kesehatan anak sejak dini.
Kamaluddin menegaskan keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada kemampuan tenaga kesehatan dalam menjaring ibu hamil sejak trimester pertama kehamilan. Dengan deteksi lebih awal, koordinasi dengan puskesmas induk dapat segera dilakukan sehingga terapi pencegahan dapat diberikan tepat waktu.
“Harapan kami, setelah mengikuti workshop ini, petugas Pustu semakin sigap menemukan ibu hamil sejak trimester pertama, melakukan skrining hepatitis, dan memastikan setiap kasus positif mendapatkan tindak lanjut sesuai prosedur,” pungkasnya.(Liddya Bahy)

