MIMIKA,(timikabisnis.com) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menyoroti minimnya sarana dan prasarana di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Timika – Mimika – Papua Tengah.
Hal itu tercermin, Ketika Komisi III DPRK Mimika saat meninjau kondisi SMKN 2 pada kegiatan pengawasan tahap II DPRK Mimika, yang berada di Distrik Mimika Timur – Kabupaten Mimika, Senin (21/7/2025).
Sekolah keahlian (kejuruan) SMK Negeri 2 Mimika yang berada di Distrik Mimika Timur (Miktim) yang mendidik 217 siswa itu tentu sangat minim soal ruangan kegiatan belajar mengajar,alat praktik siswa, fasilitas olahraga, jembatan (akses menuju sekolah) hingga tidak adanya MCK.

Dalam kegiatan pengawasan tersebut, Rombongan Komisi III DPRK Mimika dipimpin langsung oleh Ketua Komisi, Herman Gafur, SE, didampingi Wakil Ketua,Adolf Omaleng, Sekretaris, Herman Tangke Pare,ST, dan Anggota lainnya,Yan Peterson Laly,ST, Rampeani Rachman, S.Pd, Dominggus Kapiyau, Federina Matirani. Kehadiran Rombongan Komisi III disambut langsung oleh Pjs SMK Negeri 2, Winarko.
Setibanya rombongan Komisi III di SMKN 2 langsung mengecek/ memantau kondisi sekolah.

Dari pantauan dilapangan, Komisi III DPRK Mimika melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan, yang mana sekolah tersebut dipenuhi rerumputan, pohon pohon, serta plafon sudah rusak, dan kondisi gedung sekolah yang sangat memprihatinkan.
Ketua Komisi III, Herman Gafur mengatakan, Hari ini kami komisi III DPRK Mimika melakukan pengawasan ke SMK Negeri 2 Mimika. Dimana pada pengawasan tersebut, Komisi III menemukan kondisi sekolah sangat memprihatinkan dari semua aspek, baik infrastruktur pendidikan maupun penunjang pendidikan.
“Oleh karena itu, dengan kondisi seperti ini, sangat sulit untuk kita jelaskan bahwa ini adalah persoalan serius yang memang harus ditindaklanjuti oleh pimpinan daerah.
Oleh karena itu, saya selaku ketua komisi III bersama teman teman di Komisi III berharap agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh supaya kondisi sekolah itu betul betul sesuai dengan harapan kita,”ujarnya.
Lanjut Herman Gafur, Dari semua aspek mulai dari infrastukturnya rusak hancur,fasilitas pendukung lainnya juga memprihatinkan.
“SMAK Negeri 2 ini adalah sekolah kejuruan, keahlian maka diharapkan semua hal harusnya dilengkapi sesuai kebutuhan dan ini sama sekali tidak sesuai dengan harapan kita, seperti
Tidak ada MCK, tidak ada lapangan olahraga, Kondisi sekolah dipenuhi rerumputan. Dan ini sesungguhnya sangat memprihatinkan kita semua,” kesalnya.

Diharapkan Komisi III kata Herman Gafur, Dinas Pendidikan supaya segera mengambil langkah-langkah yang konkrit, Mulai dari evaluasi semua perangkat SMK Negeri 2 sekaligus mengambil langkah langkah yang nyata demi perbaikan penataan infrastruktur SMK Negeri 2 yang ada di Distrik Mimika Timur.
Sementara Pjs SMK Negeri 2 Mimika, Winarko mengungkapkan bahwa SMK Negeri 2 ini punya banyak kekurangan.
“Kami di SMKN 2 ini banyak kekurangan, banyak gedung yang sudah rusak, ruangan guru sudah rusak, fasilitas sarana prasarana olahraga sama sekali tidak ada, termasuk jembatan akses menuju sekolah,”sebutnya.
Lanjutnya, Kondisi ini sudah disampaikan berulang kali sebelum pelimpahan kewenangan dari Provinsi ke Kabupaten, namun hingga saat ini belum ada jawaban.
“Kekurangan kami di SMP Negeri 2 sudah disampaikan berulangkali tapi sampai sekarang belum ada jawaban,”bebernya. (Redaksi)

