Kasus Malaria di Bhintuka Turun 5 Persen

Bhintuka (timikabisnis) – Kasus malaria pada bulan pertama 2021 di wilayah puskesmas Bhintuka mengalami penurunan. Meski tidak hafal betul berapa kasusnya diawal tahun tapi pihak puskesmas mengakui penurunan sekitar 5 persen. Penurunan ini membuktikan bahwa kerja keras petugas dan kesadaran warga semakin baik dan program elimnasi malaria dapat terwujud dalam tahun 2026, yang penting semua pihak bangun komitmen yang sama malaria harus dibasmi.

Kepala Puskesmas Bhintuka, Agustina Wanimbo, AMK kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/1/2021) mengatakan guna mengeliminasi malaria pihaknya memiliki 2 orang kader pada setiap kampung. Kader ini dilatih oleh Dinas Kesehatan dengan tugas menemukan warga yang terpapar malaria, kemudian mereka mengambil darah dan membawa warga ke puskesmas untuk berobat.

Setelah berobat warga terus memantau pasien malaria agar bisa minum obat samai habis. Setelah sembuh kader mengarahkanpasien agar bisa mengontrol kembali ke puskesmas untuk mengetahui apakah benrbenar sembuh atau tidak.

Puskesmas Bhintuka jua ada pojok malaria. Pojok malaria bertugas untuk menyediakan semua informasi dan kebutuhan yang berkaitan dengan malaria. Jika ada warga yang terpapar malaria,kader akan mengarahkan pasien datang berobat ke puskesmas. Setelah dinyatakan malaria dan dapat obat, pojok malaria akan mendampingi warga ini bersama kader sampai sembuh betul.

Pojok malaria ada penanggungjawab dan memiliki beberapa pegawai dan tugasnya turun ke RT-RT untuk sosialisasi tentang penggunaan kulambu, lingkungan harus bersih dan tidak ada genangan air, parit atau drainase airnya harus terus mengalir dan tidak tertahan hingga jadi tempat bersarang dan bertelurnya nyamuk.

Akhir tahun kemarin pojok malaria turun membagi kulambu kepada masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bhintuka. Kulambu yang jumlahnya ratusan buah sudah terbagi habis diharapkan warga dapat menggunakan kulambu saat tidur malam atau siang sehingga terbebas dari sengatan nyamuk malaria.

“ Soal data yang pas saya tidak terlalu hafal angkanya. Data itu ada di pojok malaria, tapi bulan ini sesuai laporan dari pojok malaria turunsekitar 5 persen. Harapan kita bersama angkanya turun terus, yang terpenting masyarakat harus terapkan hidup sehat dengan gunakan kulambu, genangan air sekitar rumah harus di tutup sehingga jangan jadi tempat nyamuk bertelur,” terang Agustina.

Agustina menjelaskan Pemkab Mimika sudah canangkan 2026 itu eliminasi malaria, jadi sebagai garda terdepan petugas kesehatan puskesmas harus siap menjalankan program eliminasi dengan mendukung dan menyukseskan program-program yang turun dari Dinkes Mimika. Kemudian petugas puskesmas dan pojok malaria harus konsen serta kerja keras dalam beberapa tahun agar program elimnasi malaria benar-benar terwujud sesuai program pemkab dan dinkes.

Kemudian kepada masyaraat, Agustina mengimbau harus tetap jalankan prokes dimana saat ini Mimika masih dilanda Covid 19. Memang secara statistic wilayah Bhintuka kasusnya sedikit, tapi harus tepat jaga dengan harapan cuci tangan secara rutin, pakai masker, dan jaga jarak dan terhindar dari kerumunan masa. Bagi warga yang yang terpapar diharapkan dapat mengisolasi diri secaramandiri di rumah selama 14 hari, makan makanan bergizi, konsumsi vitamin yang cukup, olahraga rutin, dan jangan keluar rumah.

Sedangkan kepala kampung Bhintuka, Penius Tabuni mengakui, warganya sampai hari ini belum ada yang positif Covid 19. Tapi dia meminta warganya, agar tetap mengenakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak. “ Warga saya belum ada yang sakit covid 19. Kalau malaria banyak karena pola hidup mereka. Akhir tahun 2020 lalu petugas puskesmas sudah bagi kulambu dan saya miinta semua warga tidur malam harus pakai kulambu supaya jangan kena malaria,” kata Penius. (don)

Administrator Timika Bisnis