MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PTFI, resmi membuka babak penyisihan Lomba Potensi Sains untuk jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2025/2026.
Kegiatan yang berlangsung hingga 17 April 2026 ini diikuti 1.156 siswa, dengan tiga mata pelajaran utama yang diujikan, yakni Matematika, Sains, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Setelah babak penyisihan, lima peserta terbaik dari setiap mata pelajaran akan bertemu di babak final antarlevel pada 17 April mendatang.
Ketua panitia, Yeremia Piri, menyatakan bahwa lomba ini tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan jiwa kompetisi dan kemampuan akademik peserta.
” Ada yang empat level untuk jenjang SMP dan final pada 17 April. Lomba ini selaras dengan program UPT Pusat Prestasi untuk mendorong masing-masing peserta didik berkembang, terutama dalam bidang sains,” terangnya pada Selasa (7/4/2026).
Dikatakannya, lomba ini merupakan rangkaian kegiatan sepanjang bulan April menuju puncak Hardiknas pada 2 Mei mendatang.
Selain memberikan trofi dan sertifikat bagi pemenang, guru pembimbing juga memperoleh apresiasi sebagai bentuk motivasi dan dukungan terhadap proses pembelajaran.
Wakil Kepala Perwakilan YPL Bidang Pendidikan, Oktavianus Vic Rori, menambahkan bahwa lomba ini diharapkan mendorong siswa menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
” Anak-anak Papua yang kita didik di sini dilatih sejak dini untuk membentuk karakter sabar, tangguh, dan berdaya juang tinggi dalam menuntut ilmu,” kata Oktavianus.
Sementara itu, Kepala Sekolah Asrama Taruna Papua, Sonianto Kuddi, menyampaikan terima kasih kepada YPMAK dan PTFI atas dukungan mereka terhadap pendidikan dan pembinaan di SATP.
Lomba ini juga menjadi ajang menjaring bibit unggul yang nantinya dapat mewakili sekolah dalam lomba lokal, nasional, maupun internasional.
” Melalui kegiatan ini, kami dan YPMAK berkomitmen untuk mencerdaskan anak-anak asli Papua, khususnya dari suku Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya, dengan pendekatan inovatif, kreatif, dan berorientasi prestasi,” tandasnya. (Lyddia Bahy).

