MIMIKA,(timikabisnis.com) – Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Dessy Putrika,SE menaruh perhatian serius terhadap kualitas pendidikan anak-anak di wilayah pesisir.
Menurutnya, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang mampu membuat anak-anak nelayan lebih fokus belajar sehingga tidak lagi ikut melaut bersama orang tua pada jam-jam sekolah.
Srikandi Demokrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Dessy Putrika mengatakan, hingga saat ini pendidikan di wilayah pesisir masih menghadapi berbagai tantangan. Akibatnya, anak-anak di wilayah Pesisir belum sepenuhnya merasakan bahwa pendidikan menjadi prioritas, padahal mereka merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah.
“Selama ini kita melihat pendidikan di wilayah pesisir masih kurang mendapat perhatian. Anak-anak di sana (wilayah Pesisir) masih merasakan bahwa pendidikan belum menjadi prioritas, padahal mereka adalah aset regenerasi di masa depan,” ujarnya.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah mengubah pola kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah pesisir. Menurutnya, proses pembelajaran sebaiknya berlangsung dari Senin hingga Jumat sampai sore hari dengan dukungan pemenuhan kebutuhan makan bagi para siswa.
“Kalau kegiatan belajar sampai sore, pemerintah juga harus mendukung dengan pemberian makanan bagi anak-anak agar mereka tetap semangat mengikuti proses belajar mengajar,” katanya.
Menurut Dessy, sistem tersebut akan memberikan ruang bagi anak-anak untuk lebih fokus belajar di sekolah. Ketika jam belajar usai pada sore hari, para orang tua yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan juga telah kembali dari melaut, sehingga anak-anak tidak lagi terdorong untuk ikut bekerja pada jam sekolah.
“Rata-rata masyarakat di wilayah pesisir berprofesi sebagai nelayan. Dengan pola seperti ini, anak-anak bisa lebih fokus belajar, sementara saat mereka pulang sekolah, orang tuanya juga sudah selesai bekerja,” jelasnya.
Selain mendorong perubahan pola belajar, Dessy juga meminta para tenaga pendidik menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif.
Menurutnya, proses belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas, tetapi dapat memanfaatkan lingkungan sekitar melalui kegiatan seperti bercocok tanam, olahraga, dan aktivitas bermain sambil belajar.
“Anak-anak pada dasarnya lebih senang belajar di alam. Karena itu guru perlu berinovasi agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus membangun karakter mereka,” ungkapnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperkuat dukungan terhadap pendidikan di wilayah pesisir, termasuk menyediakan alat peraga dan berbagai sarana penunjang pembelajaran agar proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.(Anis Batalotak)

