Cegah Anak Putus Sekolah, Kepala SD Amamapare Harapkan Ada Rumah Singgah

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Semangat belajar siswa SD Negeri Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, menjadi harapan bagi masa depan pendidikan anak-anak di wilayah pesisir. Namun, di balik antusiasme tersebut, keterbatasan fasilitas pendidikan dan persoalan ekonomi masih menjadi tantangan, terutama bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah.

Kepala SD Negeri Amamapare, Maria Yoke Iriyanan, saat ditemui pada Kamis (29/10/2026) mengatakan semangat belajar anak-anak di sekolah yang dipimpinnya tidak kalah dibandingkan siswa di perkotaan. Bahkan, para siswa kerap menunjukkan kerinduan untuk kembali bersekolah ketika masa libur tiba.

Menurut Maria, kondisi tersebut menunjukkan besarnya keinginan anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Ia juga melihat adanya perubahan positif dalam kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan. Saat pertama kali bertugas, masih ditemukan anak-anak yang lebih sering mengikuti orang tua ke pantai sehingga berpotensi kehilangan waktu belajar.

Melalui pendekatan dan komunikasi dengan orang tua, lanjutnya, pihak sekolah terus mendorong agar anak-anak mendapatkan kesempatan belajar secara rutin. Upaya tersebut perlahan membuahkan hasil, ditandai dengan meningkatnya kesadaran keluarga dan bertambahnya jumlah siswa yang datang ke sekolah.

Meski demikian, tantangan pendidikan tidak berhenti ketika siswa menyelesaikan pendidikan dasar. Bagi anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP, persoalan biaya hidup dan tempat tinggal menjadi kendala yang tidak mudah diatasi.

Maria menjelaskan, lulusan SD Negeri Amamapare memiliki pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke sejumlah wilayah, seperti Kokonao, Manasari, maupun ke Timika. Keputusan tersebut umumnya bergantung pada pilihan orang tua serta kemampuan ekonomi keluarga.

Jarak yang jauh dan kebutuhan biaya untuk menyewa tempat tinggal membuat sebagian anak kesulitan melanjutkan pendidikan. Bahkan, ada siswa yang terpaksa tidak bersekolah lagi karena keluarganya tidak mampu menanggung biaya tersebut.

Kondisi inilah yang mendorong Maria berharap pemerintah dapat menyediakan rumah singgah bagi anak-anak dari wilayah pesisir dan pedalaman yang ingin melanjutkan pendidikan.

” Alangkah baiknya pemerintah membuat rumah singgah yang dikhususkan bagi anak-anak pesisir dan pedalaman yang ingin melanjutkan sekolah, terutama mereka yang tidak punya keluarga di tempat tujuan dan terkendala masalah ekonomi,” ungkap Maria.

Selain kendala biaya pendidikan lanjutan, SD Negeri Amamapare masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana, terutama rumah dinas guru yang layak huni serta perbaikan bangunan kantor yang mulai miring dan memerlukan perhatian segera.

Maria menyebutkan, dua rumah guru lama telah mengalami kerusakan berat dan tidak layak ditempati. Sementara itu, dua unit rumah baru telah dibangun untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal tenaga pendidik.

Akibat keterbatasan tersebut, sebagian guru harus tinggal di luar wilayah sekolah dan menempuh perjalanan darat maupun laut setiap hari. Mereka bahkan harus berangkat sejak dini hari serta menyesuaikan perjalanan dengan jadwal transportasi yang tersedia.

Ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian karena fasilitas dasar tersebut turut memengaruhi kenyamanan guru untuk tinggal di sekitar sekolah.

Maria berharap perhatian pemerintah tidak hanya diberikan pada pembangunan fasilitas sekolah, tetapi juga pada kebutuhan dasar guru dan keberlanjutan pendidikan siswa hingga jenjang yang lebih tinggi.

” Jangan sampai anak-anak putus sekolah hanya karena tidak memiliki tempat tinggal dan terkendala biaya. Yang terpenting, harus ada tempat penampungan khusus agar mereka bisa melanjutkan pendidikan dengan aman dan nyaman,” tegasnya. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *