Anggota DPRD Mimika dari Partai Kebangkitan Bangsa Mathius Uwe Yanengga/Foto : Istimewa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Di tahun 2021 Pemerintah kabupaten Mimika terus menata dan mempercantik serta memperindah wajah kota Timika, salah satunya adalah pemasangan enam patung bernuansa khas Suku Kamoro di bundaran Petrosea Jalan Cendrawasih SP 2 yang diharapkan kedepan akan menjadi salah satu ikon baru di Kabupaten Mimika.
Harapan tersebut datang dari anggota DPRD Mimika dari PKB Mathiud Uwe Yanengga yang disampaikan kepada wartawan saat ditemui di kantor DPRD Mimika, Selasa (26/1).
Dirinya menyambut baik pemasangan 6 patung bernuansa Kamoro di bundaran Petrosea dengan model atau bentuk patung mereplika gerak tari seka dari suku kamoro. Dimana ada dua patung laki-laki penabuh pipa yang dipasang menghadap ke arah jalan bandara yang nantinya dibuka dari Petrosea sedangkan dua patung perempuan dan dua patung laki-laki sebagai penari menghadap ke Jalan Cendrawasih
“Patung ini sangat memperindah kota Timika dan sekaligus salah satu ikon Kabupaten Mimika. Namun kiranya patung-patung ciri khas atau nuansanya jangan diambil dari budaya luar Papua,”tuturnya.
Ia menjelaskan, kabupaten Mimika berada di dataran rendah yang didiami oleh masyarakat Kamoro, dan patung tersebut menunjukan kepada masyarakat budaya Kamoro.
“Harus ciri khas Mimika (amor) tapi lebih kepada orang Kamoro, karena posisi kabupaten ini ada didataran rendah,” jelasnya.
Terdapat 6 patung, yang mana satu patung tersebut seberat 500 kg sehingga bobot keseluruhan seberat 3 ton, tentunya memiliki arti untuk semua patung yang dipasang memiliki arti dan makna yang perlu diketahui oleh masyarakat Mimika.
“Saya lihat kalau mereka tahu disitu pasti ada arti maknanya, tentunya mereka harus jelaskan arti dari enam patung tersebut. Apalagi ada ivent besar di Mimika PON dan Pesparawi, sehingga harus ada cerita tentang tugu patung tersebut sehingga semua masayarat Mimika bisa mengetahui, “katanya. (opa)
