Mimika Perkuat BLUD Puskesmas untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah pesisir dan pegunungan, melalui pengembangan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada puskesmas serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Workshop Penguatan BLUD Puskesmas yang digelar selama dua hari, 20–21 Mei 2026, di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (20/5/2026).

Ketua panitia, Farida, dalam laporannya menyebutkan bahwa dari 127 puskesmas di Provinsi Papua Tengah, sebanyak 13 puskesmas telah berstatus BLUD dan seluruhnya berada di Kabupaten Mimika.

Capaian tersebut menjadikan Mimika sebagai daerah pertama di Papua Tengah yang menerapkan status BLUD pada seluruh puskesmasnya.

Menurut Farida, workshop ini bertujuan memperkuat tata kelola serta penyusunan dokumen administrasi sebagai syarat penetapan BLUD, terutama bagi puskesmas yang berada di wilayah pesisir dan pegunungan.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menegaskan bahwa penerapan BLUD merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.

“Di sektor kesehatan, kami memastikan masyarakat di pesisir dan pegunungan mendapatkan hak pelayanan yang sama dan berkualitas seperti masyarakat di wilayah perkotaan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa konsep pelayanan kesehatan saat ini tidak lagi sekadar one stop service, melainkan pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Sekarang kita bicara tentang pelayanan yang cepat dan mudah diakses masyarakat. Konsepnya bukan hanya one stop service, tetapi bagaimana pelayanan kesehatan benar-benar hadir sampai ke rumah masyarakat,” katanya.

Johannes juga menyoroti sejumlah tantangan pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman, mulai dari keterbatasan tenaga medis, minimnya dokter spesialis, kondisi geografis yang sulit, hingga persoalan keamanan di beberapa wilayah pegunungan.

Selain itu, ia mengungkapkan masih terdapat fasilitas kesehatan yang telah memiliki peralatan medis seperti USG, namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan kompetensi tenaga kesehatan.

“Banyak puskesmas sudah memiliki alat kesehatan yang baik, tetapi belum semua tenaga mampu mengoperasikannya. Karena itu, penguatan pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM menjadi sangat penting,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan BLUD tidak hanya menyangkut aspek administrasi, tetapi juga peningkatan kualitas SDM, penyediaan fasilitas, serta pembangunan sistem pelayanan yang humanis.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjut Johannes, juga terus mendorong pembangunan fasilitas penunjang seperti rumah dinas bagi tenaga kesehatan, guru, dan aparatur distrik di wilayah terpencil guna mendukung sistem kerja yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia berharap pembangunan fasilitas penunjang di wilayah pedalaman dapat terus ditingkatkan agar pelayanan publik, khususnya kesehatan, berjalan lebih optimal, merata, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Mimika.

“Layani masyarakat dengan baik, layani dengan senyum, tanpa membeda-bedakan. Karena pelayanan kesehatan yang baik adalah hak seluruh masyarakat,” tandasnya.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *