Timika (Timikabisnis) – Pemilik bar di lokalisasi kilo 10 mengeluh berkurangnya pengunjung ditempat tersebut dalam beberapa waktu terakhir ini.
Hal ini disampaikan pemilik bar kepada anggota DPRD Mimika saat melakukan kunjungan kerja ke lokalisasi, Kilo 10, Kelurahan Kadun Jaya, Distrik Wania, Kamis (23/3).
Menurut Sri Atun, pengelola Bar Barcelona 2, berkurangnya pengunjung akibat banyaknya pramuria yang lari dari lokalisasi dan beroperasi di kota Timika.
” Pengunjung sepi, karena banyak yang lari ke kota. Di kota rumah-rumah kos bisa pakai, sekarang hanya harap anak kapal kalau turun” katanya.
“Dulunya ada sekitar 450 pramuria, tapi sekarang sudah turun sekitar 300.” Kata pengelola yang membina 25 pramuria ini.
Saat ditanya pernah melakukan pemanggilan terhadap pramuria tersebut, menurutnya sudah beberapa kali dicoba memanggil pramuria untuk kembali ke lokalisasi, tapi mereka menolak dengan berbagai alasan.
Ketua BK, Lexi Lintuuran mengatakan banyaknya pramuria yang beroperasi di rumah-rumah kos di kota Timika akan menimbulkan banyak masalah.
“Pertama akan mempengaruhi ketenangan tetangga sekitar, selain itu mempengaruhi rumah tangga orang lain, dilain pihak pramuria mendapatkan keuntungan besar tapi merugikan orang lain, ini yang perlu kita tindaklanjuti berkoordinasi dengan Polres dan Satpol PP untuk mencari tahu kos-kos yang menjadi tempat mereka” katanya.
Sementara itu Anggota BK DPRD Mimika Yan Sampe, menyayangkan bila hal tersebut benar terjadi.
” Kilo 10 sudah ditetapkan pemerintah untuk lokalisasi, jadi kalau ada pramuria yang beroperasi di kota apalagi di kos-kosan harus ditertibkan karena akan mengganggu ketentraman, dari segi kesehatannya juga tidak terjamin”
Harusnya dari aparat keamanan dan Satpol PP menertibkan hal ini, kembalikan tempat ini sesuai fungsinya, disini kesehatan dan keamanan pramuria terkontrol selain itu juga ada PAD dari lokalisasi ini, jadi pihak keamanan wajib menertibkan pramuria yang beroperasi di dalam kota Timika, kata politisi partai Golkar ini. (don)

