MIMIKA,(timikabisnis.com) — Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Kampung 2026 di Kampung Kiura, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Program yang dikelola YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia itu disosialisasikan kepada masyarakat dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Kampung Kiura, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang akan menjalankan program sepanjang tahun ini.
Dalam musyawarah kampung, masyarakat bersama YPMAK menyepakati dua prioritas utama program, yakni pengembangan perkebunan kelapa serta pembangunan rumah layak huni bagi warga.
Untuk mendukung pelaksanaan program, YPMAK mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta. Dari jumlah tersebut, Rp240 juta diperuntukkan bagi kegiatan program, sedangkan Rp60 juta dialokasikan untuk operasional Pokja.
Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipar, mengatakan Program Kampung diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Program kampung ini bertujuan menambah penghasilan masyarakat. Karena itu kegiatan yang dilaksanakan harus berkaitan langsung dengan peningkatan ekonomi keluarga,” ujar Febri.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana program. Menurutnya, setiap kegiatan wajib dilengkapi papan informasi agar masyarakat dapat mengetahui dan memantau penggunaan anggaran secara terbuka.
“Transparansi sangat penting. Dengan adanya papan informasi, masyarakat bisa mengetahui kegiatan yang berjalan sekaligus mengawasi penggunaan dana,” katanya.
Dalam ketentuan pelaksanaannya, sedikitnya 50 persen anggaran program difokuskan pada sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti minyak kelapa.
Melalui program ini, masyarakat Kampung Kiura diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat pembangunan hunian yang layak, tetapi juga mampu mengembangkan sumber pendapatan berkelanjutan dari sektor perkebunan kelapa.
Pokja Program Kampung Kiura 2026 dijadwalkan bekerja mulai Maret hingga Oktober 2026. Dalam struktur kepengurusan, Emanuel Weyakoro ditetapkan sebagai Ketua Pokja, didampingi Daniel Sikora sebagai Bendahara dan Heririkmans sebagai Sekretaris. Sementara dua anggota lainnya yakni Sisilia Waminiu dan Matias Wateyau.(Liddya Bahy)

