TIMIKA (timikabisnis.com) – BPJS Kesehatan lakukan penandatanganan perjanjian kerjasama bersama pihak Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP) melalui Klinik Mitra Masyarakat (KMM) terhadap 7 suku asli Kabupaten Mimika.
Penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Jamal Ardiansyah dengan Kepala Klinik Mitra Masyarakat (KMM), dr.Maurits Okoserai, Rabu (23/4) di Hotel Horison, Timika, Papua.
Penandatanganan disaksikan oleh Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Pusat, David Bangun, Manager Eksternal Corporate Communication (Corpcom) PT Freeport Indonesia, Kerry Yarangga, Wakil Ketua YCTP, Hans Magal, Wakil Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), Johan Wambrauw, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, beserta tamu undangan lainnya.
Penandatanganan ini juga ditandai dengan pemberian plakat dari pihak BPJS Kesehatan kepada para perwakilan YCYP, YPMAK, dan PTFI.
Sebanyak 10 ribu orang yang didaftarkan YCTP menjadi anggota BPJS Kesehatan dengan kategori Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kolektif.
Hal itu dimaksudkan agar semakin banyak masyarakat 7 suku yang bisa memanfaatkan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Dengan bertambahnya jumlah anggota kepesertaan 7 suku tersebut, maka total keseluruhan yang terdaftar ke BPJS Kesehatan kini menjadi 44.000 orang dengan berbagai kepesertaan.
Menurut Hans Magal, ke 10 ribu nama yang didaftarkan tersebut adalah hasil dari verifikasi dan pemadanan database antara RSMM dan YPMAK dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan bahwa mereka semua adalah penerima manfaat dana kemitraan PT. Freeport Indonesia (PTFI).
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Pusat, David Bangun mengatakan dengan adanya kerjasama ini, masyarakat 7 suku yang telah terdaftar kini dapat menikmati manfaat JKN-KIS dimana saja, tidak hanya di KMM/RSMM tetapi juga difasilitas kesehatan lainnya yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Dan angka kepesertaan itu menurutnya akan terus bertambah kepada seluruh masyarakat 7 suku tanpa terkecuali untuk dapat menikmati JKN-KIS.
“Jadi amat jelas bahwa kerjasama ini amat menguntungkan bagi masyarakat umum dan juga bagi bagi pengelola KMM/RSMM” ungkapnya.
BPJS Kesehatan akan memperluas jangkauan kemitraannya sebagai salah satu tolak ukur keberhasilan penerapan JKN-KIS.
Menurut Manajer Eksternal Corpcom PT Freeport Indonesia, Kerry Yarangga, mewakili PTFI mengatakan bahwa Moment penandatanganan ini merupakan kerjasama yang baik yang harus diappresiasi.
Ia menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada YPMAK yang telah mendorong YCTP selaku mitra pelaksana Program Kesehatan untuk mengintegrasikan layanan kesehatan di KMM/RSMM dengan JKN-KIS guna menjamin keberlanjutan program tanpa terus bergantung pada dana kemitraan.
“Harapan yang sama untuk mitra-mitra YPMAK lainnya untuk memastikan efektifitas pengelolaan dana kemitraan terhadap penerima manfaat dengan bersinergi antar mitra untuk terus mendukung program-program pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan bidang lainnya” terangnya.
Selain itu Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra juga mengappresiasi kerjasama yang dibangun antara YCTP bersama BPJS Kesehatan melalui KMM.
Menurutnya dengan adanya kerjasama dan kemitraan yang baik dengan BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, perbaikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan di Mimika dapat dipastikan semakin lebih baik. (yun)

