Timika (timikabisnis) – Pejabat Fungsional Puskesmas pasar Sentral Timika, dr Bekti Lestari mengakui tiap bulan pihaknya rutin mengadakan posyandu bagi warga lanjut usia (lansia). Posyandu ini mengedepankan promosi kesehatan (promkes) dan olahraga bersama bagi mereka-mereka yang sudah lanjut usia.
Penanganan kesehatan lansia bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yang tiap bulan mereka berobat rutin agar mereka tetap sehat, dan kuat apalagi diimbangi dengan olahraga lansia. Saat ini ada banyak jenis olahraga lansia seperti senam sehat lansia agar kebugaran tetap terlihat dari seorang lansia.
Saat posyandu akan ada pemeriksaan kesehatan, seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Biasa lansia selalu ada keluhan seperti itu, dan keluhan lainya seperti darah tinggi, kencing manis yang selalu rutin hadir pada warga lansia.
“Posyandu lansia jadi program rutin kami di puskesmas. Mereka datang lalu ada petugas yang sampaikan promosi kesehatan, lalu diselingi dengan olahraga lansia, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan. Secara umum keluhan mereka darah tinggi, kencing manis. Dalam pemeriksaan ada asam urat, kolesterol dan gula darah. Itulah penyakit yang biasa dekat dengan lansia. Dengan posyandu lansia diharapkan kesehatan mereka tetap terjaga melalui pemeriksaan dan pengobatan, kemudian secara jasmani fisik mereka juga harus diimbangi dengan olahraga.Saat ini olahraga untuk lansia sudah ada, jadi pertemuan rutin tiap bulan kita isi dengan pemeriksaan dan olahraga supaya mereka tetap sehat, “ terang dr Lestari.
Soal warga lansia, dr Lestari mengatakan lumayan banyak yang hadir rutin tiap bulan. Petugas puskesmas bekerjasama dengan kader-kader. Kader ini membantu puskesmas dengan mengarahkan para lansia ke puskesmas untuk ikut pemeriksaan kesehatan dan olahraga bersama.
Tentu saat ini terang dr Lstari, tidask boleh berkumpul lebih banyak seperti komunitas, karena masa Covid, sehingga kegiatan pemeriksaan kesehatan terpusat di puskesmas. Lansia memang tidak bisa kemana-mana, karena sangat berisiko sehingga dari rumah ada keluarga atau kader yang antar ke puskesmas.
Memang pelayanan lansia pada masa Covid ini untuk sementara dihentikan dulu. Pelayanan kesehatan mereka terpusat di puskesmas saja. Bahkan dari antara mereka yang takut datang ke puskesmas. Soal data angka lansia, kata dia ada pada poli lansia. Terhitung sejak Maret mulai Covid kunjungan lansia menurun tajam, bisa saja mereka takut dengan adanya Covid. Masuk Juni, Juli, Agustus mulai meningkat lagi, mungkin mereka sadar harus datang kontrol ke puskesmas.
Untuk stunting, dia mengakui belum ada laporan selama ini. Namun, petugas selalu turun wilayah kelurahan RT-RT saat pelayanan belum menemukan kasus stanting. Kalau ada kasus pasti ada warga yang datang melapor ke puskesmas. Tapi setiap bulan ketika ada turun lapangan petugas diminta untuk menjaring semua keluhan warga termasuk menemukan warga yang sakit stanting ini. Warga yang datang ke puskesmas dalam pemeriksaan tidak saja dengan malaria, tapi dicross cek semua keluhan kesehatan mereka termasuk anak dan balita. “ Saya pribadi belum pernah menerima laporan soal stunting, tapi nanti kita cek bersama-sama. Termasuk laporan mengenai gizi buruk belum kami temukan di Puskesmas Pasar Sentral,” terang dr Lestari. (don)

