Matangkan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah, Pemkab Mimika Gelar FGD

MIMIKA, (timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029 serta Rencana Aksi Tahunan (RAT) 2026 di Kantor Bappeda, Jalan Mayon, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu program pengentasan kemiskinan di Mimika. Tujuannya, untuk mengidentifikasi permasalahan kemiskinan yang masih dihadapi serta merumuskan strategi dan prioritas program yang realistis, terukur, dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Mimika tahun 2025 tercatat sebesar 14,18 persen, sementara kemiskinan ekstrem mencapai 5,37 persen.

Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling, menyampaikan bahwa sejumlah isu utama dibahas dalam FGD, di antaranya peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur dasar, serta penguatan data terpadu kemiskinan.

> “Kemiskinan bukan hanya soal kekurangan pendapatan, tetapi juga terkait akses terhadap kesempatan, pelayanan publik, dan keadilan sosial. Karena itu, penanggulangannya harus dilakukan secara kolaboratif lintas sektor,” ujar Yohana.

Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan menjadi agenda utama pembangunan Mimika lima tahun ke depan. Pemerintah berkomitmen menurunkan angka kemiskinan melalui strategi terintegrasi dan memastikan seluruh warga Mimika — dari pesisir hingga pegunungan — mendapat manfaat pembangunan.

> “Proses membangun kesepahaman dan komitmen bersama sangat penting. Kegiatan ini bukan sekadar penyusunan dokumen, tetapi upaya menghadirkan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat kecil,” tambahnya.

Yohana juga menyoroti adanya ketimpangan ekonomi di tengah tingginya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Mimika. Kontribusi sektor perusahaan memang besar, namun belum merata di seluruh lapisan masyarakat.

“Masih ada ketimpangan pembangunan antar kampung dan distrik, serta keterlibatan masyarakat lokal yang perlu terus ditingkatkan,” jelasnya.

Menutup kegiatan, Yohana berharap dokumen RPKD dan RAT yang disusun dapat mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika dalam melanjutkan program pembangunan dari kampung hingga ke kota.

“Kita berharap dokumen ini benar-benar mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati, yakni membangun dari kampung ke kota,” tandasnya. (Lyddia Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *