Komisi B Sidak Ke Rumah Potong Ayam, Harap Dinas Terkait Perbaiki Masalah Sanitasi

Timika (timikabisnis) – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika melakukan Inpeksi mendadak (Sidak) di Rumah Potong ayam yang digagas oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika.

Dalam Sidak tersebut, Komisi B DPRD Mimika berharap Dinas terkait untuk memperbaiki masalah sanitasi (pembuangan limbah) serta melakukan sosialisasi kepada para peternak ayam potong.

Ketua Komisi B DPRD Mimika, Muhammad Nurman S Karupukaro pada Wartawan Usai Kunjungan saat ditemui di Hotel Serayu, Rabu (29/3/2023), Mengatakan, Aktifitas rumah potong ayam saat ini sudah mulai berjalan, cuma memang ada beberapa kekurangan terkait masalah sanitasi, yang kedua sosialiasi, yang ketiga adalah kelengkapan pendukung.

Selain itu, Kata Nurman bahwa Sertiffikat halal, terus dari lingkungan hidup, kesehatan itu harus dilengkapi. Sehingga nanti produksi ayam yang keluar dari situ betul – betul higenis

“Rumah potong ayam itu ada syarat – syaratnya, tidak hanya begitu saja, dia harus melengkapi semua persyaratannya.Kemudian memberikan sosialisasi kepada para peternak ini,” Tandasnya.

“Kita berharap supaya mereka (Dinas) terkait berikan sosialisasi kepada peternak supaya mereka dalam melakukan pemotongan itu semua tersentra di tempat pemotongan, karena harganya juga cukup murah sampai dengan packing itu harga Rp 5.000, jadi saya pikir ini sangat membantu kita punya para peternak, khusus ayam potong,”Tegasnya.

” Sementara untuk persaingan dengan ayam beku sendiri, jujur saja kita tidak bisa bersaing dengan mereka. Karena ayam mereka inikan dari jawa dengan harga yang cukup murah,”Katanya.

Lanjut Nurman, Karena dari jawa dengan surabaya inikan jumlah pasokan ayam untuk kabupaten Mimika sendiri cukup besar permintaannya, baik itu PTFI, maupun masyarakat Timika sendiri.

” Sehingga saat ini kita cuman bisa pertama menyiapkan kuota. Kesiapan kita tentang bagaimana kita bisa menjawab memenuhi kuota kita,” Katanya lagi.

Dikatakan Nurman, Ini sangat jauh sekali. Kita hanya baru sampai dengan 10.000 Kg perhari, sementara kebutuhan diantara 800 ribu Kg perhari untuk masyarakat mimika ditambah dengan komsumsi PTFI.

“Jadi, saat ini kita hanya bisa antara suplayer dengan kita punya peternak ini yang penting bisa dapat keuntungan walaupun marjinya kecil tapi mereka bisa menjual,” Ungkapnya.

Nurman mengatakan, Sementara pasarnya saat ini masih diperjuangkan oleh Dinas dan Pangan Sari, supermarket lokal.

“Ini yang menjadi perhatian kita, tadi kita sudah sampaikan pada kepala Dinas untuk pembenahan – pembenahan dulu, mulai peternaknya, suplaynya, higenisnya, sampai dengan penjualan,” Pungkasnya. (tim)

Administrator Timika Bisnis