MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika kembali melaksanakan Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan pada Februari mendatang. Program ini merupakan kegiatan rutin yang digelar dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Program POMP Kecacingan menyasar pada anak usia 1 hingga 12 tahun sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kecacingan di wilayah Kabupaten Mimika.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Mimika, Kamaludin, mengatakan bahwa program tersebut bertujuan melindungi anak-anak dari risiko penyakit kecacingan yang dapat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang.
“POMP kecacingan merupakan langkah pencegahan dan pengendalian penyakit kecacingan pada anak. Pemberian obat dilakukan secara massal agar risiko penularan dapat ditekan,” ujar Kamaludin saat ditemui wartawan beberapa hari lalu.
Ia menjelaskan, pemberian obat cacing akan dilakukan melalui berbagai layanan kesehatan, seperti sekolah, posyandu, dan puskesmas. Selain itu, Dinkes juga akan melakukan kegiatan sweeping bagi anak-anak yang belum mendapatkan obat.
“Pemberian obat ini akan berlangsung selama satu bulan penuh dan menyasar anak usia 1 sampai 12 tahun. Setelah menerima obat, diharapkan langsung diminum untuk mendukung upaya eradikasi cacing,” jelasnya.
Meski hingga kini belum ditemukan kasus kecacingan ekstrem di Mimika, Kamaludin menegaskan bahwa upaya pencegahan harus tetap dilakukan secara rutin.
“Belum ada kasus kecacingan ekstrem, namun bukan berarti tidak perlu intervensi. Pencegahan harus terus dilakukan dengan rutin memberikan obat cacing,” tegasnya.
Menurutnya, kecacingan yang tidak dicegah dapat berdampak serius terhadap kesehatan anak, seperti anemia, gangguan gizi, serta penurunan tingkat kecerdasan. Penyakit ini umumnya berkaitan dengan kebersihan diri dan lingkungan, seperti kebiasaan bermain di tanah tanpa alas kaki dan tidak mencuci tangan sebelum makan.
Oleh karena itu, Kamaludin mengimbau peran aktif orang tua untuk mendukung pelaksanaan program POMP dengan memastikan anak-anak meminum obat cacing yang telah diberikan petugas.
“Kalau obatnya sudah dibagikan oleh petugas, tolong diminum. Jangan sampai obatnya dibagikan tetapi tidak diminum dan justru disimpan di rumah,” pungkasnya. (Lyddia Bahy)

