MIMIKA,(timikabisnis.com) — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Mimika akan dilanda hujan dengan intensitas beragam selama sepekan ke depan.
Memasuki masa pancaroba, kondisi cuaca di Mimika cenderung berubah cepat. Hujan ringan hingga lebat diprediksi lebih sering terjadi pada sore hingga malam hari, seiring meningkatnya aktivitas atmosfer.
Forecaster BMKG Mimika, Stevan, menjelaskan bahwa pemanasan sejak pagi hingga siang hari memicu penguapan tinggi yang kemudian membentuk awan konvektif. Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
“Dalam sepekan ke depan, hujan masih akan dominan terjadi pada sore hingga malam hari dengan intensitas beragam, bahkan bisa disertai angin kencang dan petir,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Selain itu, Ia menyebutkan bahwa melemahnya angin baratan turut memengaruhi dinamika cuaca di wilayah tersebut. Belokan angin yang kerap terjadi pada masa pancaroba juga meningkatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah titik.
Kata Dia, BMKG mengingatkan bahwa dampak kondisi ini tidak hanya dirasakan di daratan, tetapi juga di wilayah perairan. Gelombang laut di perairan lepas diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang berisiko bagi keselamatan pelayaran, khususnya perahu kecil.
“Gelombang tinggi di laut lepas cukup berbahaya bagi perahu kecil, sehingga masyarakat perlu memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut,” kata Stevan.
Dalam beberapa hari terakhir, insiden perahu terbalik akibat gelombang tinggi dilaporkan terjadi di pesisir selatan Mimika. Kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut.
Sementara itu, suhu udara di Mimika diperkirakan berkisar antara 24 derajat Celsius pada malam hari hingga 33–34 derajat Celsius pada siang hari.
Secara nasional, Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Agustus 2026. Meski demikian, karakteristik wilayah Mimika memungkinkan hujan masih terjadi, meskipun dengan intensitas yang cenderung berkurang.
BMKG juga mengingatkan potensi pengaruh fenomena El Niño yang dapat menurunkan curah hujan secara signifikan dan berdampak pada ketersediaan air tanah.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta menyesuaikan aktivitas, terutama di sektor kelautan dan pertanian.(Liddya Bahy)

