Wabup Mimika: Perencanaan Pembangunan Pelabuhan ASDP Harus Dibangun Berdasarkan Kajian Matang

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perhubungan mematangkan perencanaan pembangunan dua pelabuhan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) di wilayah Mimika Barat Tengah dan Mimika Timur Jauh.

Untuk Mimika Timur Jauh, pelabuhan direncanakan dibangun di Kampung Otakwa. Sementara di Mimika Barat Tengah, lokasi yang sebelumnya diusulkan di Kampung Uta kini diarahkan ke Kampung Kapiraya karena pertimbangan kondisi geografis dan aksesibilitas.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan pembangunan infrastruktur transportasi harus dilakukan melalui perencanaan yang matang, terukur, dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Perencanaan pembangunan harus terarah secara terukur dan berkelanjutan agar setiap program yang kita lakukan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ucap Emanuel.

Menurutnya, pembangunan pelabuhan di wilayah pesisir dan kampung-kampung yang bergantung pada transportasi penyeberangan memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta pertumbuhan ekonomi.

Ia menekankan kajian pembangunan harus mempertimbangkan kondisi geografis, hidrologi, lingkungan, keselamatan pelayaran, kebutuhan masyarakat, serta aspek hukum dan kelembagaan.

“Kita berharap kegiatan ini bukan hanya sekitar pengembangan wacana tanpa ada realisasi yang pasti. Setelah perencanaan, harus direalisasikan dan harus jadi,”ungkapnya.

Sementara itu,Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Alfasiah, mengatakan perubahan lokasi dilakukan setelah mempertimbangkan masukan dari kepala distrik serta kondisi sungai di Uta yang dinilai kurang mendukung operasional kapal saat air surut.

” Kalau di Uta, ketika air surut kapal sudah tidak bisa masuk karena kedalaman sungainya tidak memungkinkan. Selain itu, akses jalannya juga cukup sulit,” ujar Alfasiah usai seminar hasil perencanaan pembangunan pelabuhan ASDP di Kantor Dinas Perhubungan Mimika, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, pembangunan pelabuhan tidak sekadar membuka akses transportasi laut, tetapi juga diarahkan untuk mengintegrasikan transportasi laut dan darat. Rencana tersebut diharapkan dapat mendukung konektivitas dari Poumako menuju Potowai Buru hingga terhubung dengan Kapiraya.

” Intinya bagaimana caranya kita bisa membuka akses antara transportasi darat dan laut, sehingga kedua moda transportasi ini bisa menjadi satu kesatuan,” jelasnya.

Alfasiah menambahkan, proses perencanaan kedua pelabuhan telah berjalan sekitar satu bulan. Konsultan perencana, PT Trimako Abdi Konsulindo, telah melakukan survei lapangan, pengukuran, serta pengumpulan data teknis sebagai dasar penyusunan dokumen perencanaan.

Dalam seminar hasil,kata Alfasiah, Bappeda dan Dinas PUPR turut memberikan sejumlah masukan, termasuk meminta konsultan menyiapkan tiga alternatif lokasi pembangunan pelabuhan di Otakwa, yakni di sekitar muara, titik tengah, dan satu titik di bagian bawah.

Ia menyebutkan,Dari perencanaan sementara, pembangunan pelabuhan di Kapiraya diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp30 miliar, sedangkan Otakwa sekitar Rp38 miliar. Nilai tersebut masih dapat berubah karena dokumen perencanaan belum final, termasuk adanya usulan penambahan fender segitiga untuk melindungi dermaga Otakwa dari benturan kayu atau material yang terbawa arus.

“Ini belum final. Berdasarkan masukan dari Bappeda dan PUPR tentunya akan ada perbaikan, termasuk penambahan fender sehingga anggarannya juga bisa bertambah,” terangnya.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *