Sekolah di Hoya, Alama, Jila Tidak Ada Guru, Siswa Libur Panjang

Timika (timikabisnis) – Sejumlah sekolah di pegunungan seperti di Distrik Alama, Distrik Hoya, dan Distrik Jila tutup karena tidak ada guru yang mengajar di sana. Untuk itu kepala daerah harus evaluasi kinerja Dinas Pendidikan yang urus guru saja tidak mampu.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Komisi C DPRD Mimika, Elminus B Mom, SE kepada wartawan di kantor DPRD Mimika, Senin (1/3). Elminus mengatakan dirinya baru bertemu masyarakat yang baru turun dari kampung-kampung ini dan mereka memberitahu diatas sekolah masih libur karena tidak ada guru. Guru semua ada di kota, dan sampai saat ini belum ada yang naik. Hanya di jila ada satu kampung saja gurunya lengkap dan kegiatan belajar mengajarnya.

KBM nya jalan, karena kepsek nya adalah anak dari kampung itu sehingga dia tidak pernah turun Timika, dan guru-gurunya boleh turun tapi tidak lama harus naik lagi. Timika sekolah yang berprestasi hanya dalam kota, kalau di gunung dan pesisir tidak akan karena gurunya saja tinggal di Timika. Mungkin sedikit baik di pesisir yang rata-rata sekolah YPPK yang kebanyakan guru honor dari Keuskupan mereka semua pasti tetap ada di setiap kampung.

Elminus meminta bupati harus evaluasi perkembangan pendidikan di Timika. Kalau prestasi bagus hanya dalam kota, tapi di pinggiran dan pedalaman pasti hancur. Harus evaluasi menyeluruh apakah yang salah di siswa, atau di guru atau malahan di kantor Dinas Pendidikan. Dengan evaluasi kepala daerah bisa mengetahui kinerja, prestasi dari kepal dinas dan stafnya.

“ Hasil evaluasi jika perstasi merosot, sebaiknya jajaran Dinas Pendidikan harus diganti dengan pejabat lain yang lebih mampu urus pendidikan. Sudah saatnya Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati seleksi kepala OPD dan kepala bidang secara terbuka. Mereka wajib melewati test kemampuan secara tertulis, dan secara lisan dihadapan tim seleksi. Yang skor nilai tertinggi itu yang dipilih menjadi kepala OPD. Kalau daerah ini mau baik, mau maju harus lakukan itu,” kata Elminus.

Soal sejumlah gedung sekolah yang rusak, dia meminta Dinas pendidikan, untuk adalah agenda torn eke kampung-kampung untuk melihat guru ada atau tidak, sekaligus melihat kondis sekolah. Sebagai contoh gedung SD Inpres Aikawapuka, Distrik mimika Tengah yang hamper rubuh, sebainya segera direnivasi atau dibangun baru. Jika ada sekolah yang rusak itu kegagalan Dinas Pendidikan karena tidak memperhatikan sekolah secara baik. Setiap bulan ada rapat bersama kepala sekolah, harus ada agenda bicara soal fasilitas di sekolah apa yang kurang. Itu baru Aikawapuka, pasti masih ada sekolah lain yang rusak berat tapi Dinas Pendidikan tidak tahu.

“ Saya minta Dinas Penddikan segera respon penyampaian masyarakat dan kepala distrik. Setiap tahun DPRD tetpkan anggaran untuk dinas pendidikkan tidak kecil, ajdi perhatian untuk fasilitas pendidikkan, baik gedung, mobiler, buku-buku harus selalu ada dan tersedia. Kalau sudah rusak berat, berarti dinas tidak pernah tanggap dengan lapporan masyaraakat,” jelas Elminus.

Eliminus meminta Bupati dan Wakil Bupati, segera mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan secara menyeluruh. Jika dianggap tidak mampu bisa diganti dengan orang pejabat lain yang lebih mampu dan lebih berkualitas mumpuni. (tim)

Administrator Timika Bisnis