MIMIKA,(timikabisnis.com) – Potensi sektor kelautan di Kabupaten Mimika kembali menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga Mei 2026, nilai devisa dari ekspor kepiting bakau asal Mimika tercatat hampir menyamai total capaian sepanjang tahun 2025, menandakan tren pertumbuhan yang cukup signifikan.
Data dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Timika mencatat, sepanjang tahun 2025 ekspor kepiting bakau menghasilkan devisa sebesar Rp1,29 miliar dengan total volume pengiriman mencapai 21,5 ton.
Sementara itu, hingga pertengahan Mei 2026, nilai devisa yang telah diperoleh mencapai sekitar Rp1,058 miliar dengan volume ekspor sebesar 19,24 ton. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator kuat bahwa ekspor kepiting bakau tahun ini berpotensi melampaui hasil tahun sebelumnya.
Kepala KPPBC TMP C Timika, Yudi Amirullah, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan tingginya permintaan pasar internasional terhadap hasil laut asal Mimika, khususnya kepiting bakau yang selama ini diekspor ke Malaysia dan Singapura.
“Baru sampai Mei, devisa yang diperoleh sudah hampir menyamai total capaian tahun lalu. Ini menunjukkan potensi ekspor sektor kelautan Mimika terus berkembang,” ujar Yudi.
Selain peningkatan nilai devisa, aktivitas administrasi ekspor juga mengalami kenaikan. Bea Cukai Timika telah menerbitkan sekitar 30 dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) atau BC 3.0 hingga pertengahan Mei 2026.
Dokumen tersebut merupakan persyaratan wajib yang diajukan eksportir kepada Bea Cukai sebagai pemberitahuan resmi atas kegiatan ekspor barang ke luar negeri.
Menurut Yudi, mayoritas pengiriman masih ditujukan ke Malaysia dan Singapura. Namun, peluang untuk memperluas pasar ke negara lain masih terbuka lebar seiring meningkatnya kualitas dan kapasitas produksi hasil laut dari Mimika.
Peningkatan ekspor ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan.
“Ke depan, peluang pasar ekspor masih sangat terbuka. Kami berharap komoditas kelautan dari Mimika semakin dikenal dan dapat menjangkau lebih banyak negara,” pungkasnya.(Liddya Bahy)

