Pertolongan Tuhan Lebih Dasyat dari pada Kekuatan Dunia

Timika (timikabisnis) – Ibadah Malam Kudus di Gereja Keristen Injili (GKI) Ebenhaezer Timika, Kamis (24/12) diikuti seribuan jemaat, baik dalam gereja maupun dihalaman gereja.

Ibadah tetap mengacu pada imbauan dan edaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika serta mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dimana panitia telah menyediakan cukup banyak keran air dan sabun cuci tangan disejumlah tempat sekitar gereja.

Ibadah juga diwarnai dengan puji-pujian natal dari sejumlah WIK maupun orang perorangan menambah syahdunya perayaan Malam Kudus.

Pdt Otes Manam, STh dalam khotbahnya yang diambil dari Yesaya 7:10-14 bahwa telah terjadi perang saudara antara Kerajaan Yehuda dan Kerajaan Israel.

Ahas sebagai Raja Israel dengan segala keterbatasan pengetahuannya, dia bersumpah bahwa ia tidak mau mencobai Tuhan AllahNya. Ini berarti Raja Ahas melakukan pembelaan akan ketidaktahuan. Dia benar-benar tidak percaya kepada Tuhan, sehingga tidak mau meminta pertolongan kepada Tuhan.

Maka menurut Alkitab, bahwa Yesaya tampil dan mengatakan kepada Ahas, bahwa tidak cukup Ahas merendahkan orang, dan tidak cukup Ahas menyakiti Tuhan, lewat cara hidup, cara penyembahan yang tidak dikehendaki Tuhan Allah.

Yesaya mau mengajarkan kepada Ahas bahwa dirinya benar-benar percaya kepada Tuhan, dan dia tidak biasa meminta kekuasaan dan pertolongan kepada dunia, kepada kerajaan-kerajaan dan bangsa-bangsa kafir dibumi, tetapi dia selalu minta kepada Tuhan semua apa yang dia butuhkan.

Dibagian lain, Tuhan sendiri memberikan tanda-tanda kepada dunia, dimana Tuhan Allah memberikan RohNya didalam hati seorang perempuan muda yang masih suci, murni hatinya, sempurna hidupnya. Dan anak yang dilahirkan itu akan diberi nama Emanuel Artinya Allah menyertai kita.

Allah akan menyertai setiap orang yang meminta pertolonganNya, Allah akan bertanya pada setiap orang apa yang akan dilakukan, apa yang dia kerjakan. Itu berarti Allah tidak akan menyertai kepada setiap orang yang tidak meminta pertolongan kepada Nya. Sehingga dia akan ditimpa kebinasaan, dia akan kalah terhadap bangsa-bangsa kafir. Itulah permohonan Yesaya kepada Raja Ahas, bahwa kehendak Allah sungguh terjadi dalam setiap kehidupan umat manusia jika manusia selalu meminta pertolongan dari Nya.

Pdt Otes Manam, menekankan bahwa kehidupan yang setiap umat manusia jalani saat ini membutuhkan sebuah pilihan yang tepat. Ada berbagai pilihan yang kita lakukan, ada pilihan yang segera diputuskan untuk dilakukan. Jadi Firman Tuhan malam ini mau menggambarkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari apakah manusia (jemaat) selalu meminta penyertaan Tuhan Allah, atau sebaliknya manusia minta kekuatan-kekuatan dari dunia, dari dukun-dukun, dari orang pintar.

Dalam kehidupan sebagai umat beriman sangat perlu apa yang kita harapkan, kita minta, kita serahkan kepada Tuhan sebagai penyelenggara hidup di dunia ini. Hanya Tuhan yang akan memberikan pertolongan, pembebasan, kepada kita Umat manusia yang percaya kepadaNya. Kita buang cara-cara hidup seperti Ahas, dan bangun hidup dan relasi baru dengan Tuhan sebagai penyelenggara dan empunya kehidupan ini.

Orang yang tidak menaruh penyertaan dan kehendak Allah, maka hidupnya selalu mengalami dukacita dan penderitaan. Apa yang kita lakukan jangan dulu merasa itu yang terbaik, karena itu belum tentu yang terbaik dimata Tuhan.

Karena itu Pdt Otes Manam menjelaskan butuh penyerahan hidup secara total kepada Tuhan, karena perayaan Natal ini sangat penting bagi hidup keluarga kita.

Semua yang sudah jemaat jalankan selama satu tahun, dapat dijadikan bahan evaluasi bersama, dan selalu meminta pertolongan kepada Tuhan, bukan kepada dukun, minta petolongan kepada orang yang bisa menyembuhkan dari sakit, minta pertolongan kepada orang yang bisa menjaga rumah dan istana duniawi kita, atau minta orang pintar pintar untuk melindungi segala usaha dan bisnis yang sedang jalan.

Jika itu betul maka segera hentikan itu semua, dan bangkit meminta penyertaan dan pertolongan Tuhan sebagai penyeleggara hidup di dunia ini.

Jika demikian maka Tuhan akan selalu menolong dan menyertai kita, sebagaimana Tuhan mengutus anakNya Yesus Kristus untuk datang menolong dunia dan menyertai umatNya dalam setiap perjalanan hidup umat manusia yang kadang susah, senang, menderita atau bahagia yang datang silih berganti selama hidup ini.

Tetapi Tuhan menyatakan Dia akan terus menyertai umat manusia dan dunia sampai selama-lamanya. (Mar)

Administrator Timika Bisnis