MIMIKA,(timikabisnis.com) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat Program Kampung Sehat guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Mimika.
Memasuki tahun kedua pelaksanaan, program ini kini diperkuat dengan pendekatan yang lebih menyeluruh melalui integrasi aspek kesehatan dan nilai-nilai budaya lokal agar intervensi lebih mudah diterima masyarakat.
Kepala Divisi Program Kesehatan YPMAK, Hengky Womsiwor, mengatakan penguatan program dilakukan melalui kerja sama dengan lima mitra strategis, yakni Yayasan Siklus Sehat Indonesia, Yayasan Care Peduli, Yayasan Rumsram, Yayasan Ekologi Papua, dan Yayasan Papua Lestari.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan medis, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Program ini juga bersinergi dengan fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas dan pustu, serta melibatkan aparat distrik dan kampung.
Ia mengatakan,Sejak Februari 2026, tim kesehatan yang terdiri dari perawat, bidan, analis, dan tenaga kesehatan masyarakat telah ditempatkan untuk melayani 16 kampung yang tersebar di tujuh distrik.
Selain itu, lima kampung saat ini tengah dipersiapkan untuk mencapai status Open Defecation Free (ODF) sebagai bagian dari upaya peningkatan sanitasi lingkungan.
“Program Kampung Sehat di tahun kedua ini kami integrasikan dengan pendekatan budaya, sehingga intervensi kesehatan bisa lebih diterima dan berkelanjutan di masyarakat,” ujar Hengky, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, fokus utama program adalah upaya preventif dan promotif, termasuk pengendalian penyakit menular seperti malaria, tuberkulosis (TB), dan HIV.
Di sisi lain, kata Hengky,peningkatan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil, juga menjadi perhatian guna menekan angka stunting melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Edukasi terkait penyakit tidak menular seperti kanker dan diabetes turut digencarkan, dengan mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan dini.
Meski menitikberatkan pada pencegahan, layanan pengobatan tetap tersedia melalui rujukan ke rumah sakit daerah serta dukungan fasilitas kesehatan setempat.
Hengky menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu, tetapi peran utama tetap ada pada masyarakat itu sendiri. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama agar tidak mudah terserang penyakit,” tandasnya.(Liddya Bahy)

