MIMIKA, (timikabisnis.com)– Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran dengan membentuk 150 Relawan Pemadam Kebakaran yang berasal dari empat distrik.
Pembentukan relawan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Keuskupan Timika, Rabu (29/7/2026), dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Mimika, Petrus Pali Ambaa, mewakili Bupati Mimika.
Sebanyak 150 peserta mengikuti pelatihan yang dirancang untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam pencegahan serta penanggulangan kebakaran.
Dalam sambutannya, Petrus menegaskan bahwa pelayanan penanggulangan kebakaran merupakan salah satu layanan dasar yang wajib diperkuat oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi geografis Mimika yang luas, ditambah keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia, menjadikan keterlibatan masyarakat sebagai elemen penting dalam mempercepat respons terhadap kejadian kebakaran.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki kewajiban memberikan pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban kebakaran sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2018 yang menargetkan waktu tanggap maksimal 15 menit.
“Peran relawan tidak berhenti pada saat pemadaman, tetapi juga mencakup perhatian terhadap masyarakat yang terdampak setelah kebakaran,” ucap Petrus.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan peserta pelatihan berasal dari Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana, Wania, dan Mimika Timur.
Para peserta merupakan perwakilan dari setiap RT di sejumlah kelurahan yang nantinya diharapkan menjadi garda terdepan dalam penanganan awal kebakaran di lingkungan masing-masing.
Adapun pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari PT Freeport Indonesia, Polres Mimika, PLN, dan BPBD Kabupaten Mimika. Selain mendapatkan materi di dalam kelas, para peserta juga mengikuti simulasi pemadaman kebakaran sebagai bagian dari peningkatan kemampuan teknis menghadapi situasi darurat.
Menurut Agustina, keberadaan relawan di tingkat RT akan sangat membantu mempercepat penanganan awal sehingga potensi meluasnya kebakaran dapat ditekan sebelum petugas tiba di lokasi.
Lebih lanjut dikatakan, BPBD Mimika juga telah menyiapkan program pelatihan lanjutan bagi 40 relawan terpilih agar memiliki kompetensi yang lebih mendalam dalam penanganan kebakaran.
Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mengurangi risiko bencana, sehingga koordinasi dan komunikasi yang baik harus terus dibangun di setiap lingkungan.
“Kita tidak pernah tahu kapan bencana akan terjadi. Karena itu, kewaspadaan, komunikasi yang baik, dan langkah antisipasi sejak dini menjadi upaya terbaik untuk meminimalkan risiko kebakaran di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Lyddia Bahy).

