Bupati Mimika, DR. Eltinus Omaleng,SE,MH / Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Bupati Kabupaten Mimika DR. Eltinus Omaleng, SE,MH mengancam akan menutup operasi tambang PT Freeport Indonesia (PTFI), bila pemerintah tetap rencana untuk membangun Smelter di Kabupaten Fak-Fak. Bupati Omaleng geram, setelah mendengar adanya rencana pemerintah Republik Indonesia (RI) akan kembali membangun smelter, tetapi tidak di Mimika, melainkan di Kabupaten Fak-Fak.
Bahkan Bupati Eltinus Omaleng menyingung soal pertemuan Presiden RI Jokowidodo, dengan CEO PT Freeport Indonesia (PTFI) Ricard Anderson yang membahas saham 10 persen untuk pemerintah Indonesia namun tidak menyingung saham bagi Pemilik Hak Ulayat.
“Undangan-undang Mineral dan Batubara (Minerba) itu kan negara yang buat, dan aturannya sudah jelas bahwa pembangunan smelter harus bangun didaerah pengelolah kegiatan pertambangan di kabupaten Mimika, bukan di Fak-Fak. Kalau di sana mau dibangun dimana?, kan daerah disana gunung-gunung,” tegasnya usai mengikuti Rapat Paripurna, penyeraan delapan Raperda di Kantor DPRD Mimika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (15/11/2023).
Dirinya juga dengan tegas menolak rencana tersebut, bahkan Eltinus mengancam akan memimpin sendiri demo dan mengerahkan aksi penutupan PTFI, jika smelter tetapi dibangun di Fak-Fak.
“Saya tegas tolak, kenapa tidak bangun di Mimika. Masyarakat adat sudah siapkan tanah, kenapa PTFI harus bawa smelter keluar terus, lalu kenapa PTFI harus memberikan saham kepada pemerintah lantas masyatakat hak ulayat dapat apa. Saya akan pimpin langsung demo tutup Freeport,”cetusnya.
Dikatakannya, sebagai bupati Mimika, ia harus memperjuangakan ini, terlebih soal saham, karena masyarakat hak ulat selalu mempertanyakan itu kepadanya.
“Pemerintah itu selalu hadapi masyarakat adat, mereka selalu tuntut kami, sampai sekarang tidak selesai-selesai,”pungkasnya. (*tim)
