TIMIKA (timikabisnis) – Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah dan inisiatif yang diambil oleh jajaran Polsek Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, yang berkomitmen membantu menyekolahkan anak-anak warga Kampung Banti. Langkah ini dinilai sebagai bentuk pengabdian dan pendekatan kemanusiaan yang tepat untuk membangun hubungan harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat setempat.
Ketua Pansus Kemanusiaan DPRK Mimika Anton N Alom dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026), menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan Polsek Tembagapura dengan menyekolahkan anak-anak Banti merupakan bagian dari Kemanusiaan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Menyekolahkan anak-anak termasuk dalam kemanusiaan yaitu memanusiakan manusia dan ketika aparat kepolisian ikut terlibat langsung, ini menjadi bukti bahwa kehadiran polisi bukan hanya untuk menegakkan hukum, tapi juga hadir sebagai sahabat dan pelindung masyarakat,” ujarnya.
Dijelaskan, warga Kampung Banti selama ini menghadapi berbagai tantangan dalam hal akses pendidikan, anak-anak terlantar akibat tidak adanya gedung sekolah di wilayah Banti. Sejak tahun 2017 ada gejolak antara TPN-OPM dengan TNI menyebabkan gedung sekolah yang tadinya dua tingkat dibakar hangus.

Akibat insiden tersebut anak-anak sekolah terlantar, Orang tua yang mampu menyekolahkan anaknya ke Timika, sedangkan yang tidak mampu terpaksa tidak bersekolah.
Menyikapi hal itu, jajaran Polsek Tembagapura berkoordinasi dengan orangtua untuk menitipkan anak-anak tersebut di polsek guna mendapatkan pengajaran berupa pengenalan huruf, serta belajar membaca. Polsek Tembagapura juga menyiapkan fasilitas berupa buku, tas sekolah hingga alat tulis menulis.
Wakaapolsek Tembagapura, Iptu Eksan Laane dalam keterangannya menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian polsek terhadap kondisi masyarakat di wilayah hukumnya. Menurutnya, pendidikan adalah hak dasar setiap anak, dan sebagai bagian dari masyarakat, pihak kepolisian berkewajiban untuk ikut membantu mewujudkannya.
“Kami melihat banyak anak yang tidak bersekolah, mereka hanya ikut orangtua saat berbelanja. Kami tidak bisa tinggal diam. Bersama rekan-rekan, kami berusaha membantu semampu kami, mulai dari menyiapkan tenaga pengajar, menyediakan alat tulis menulis, hingga memberi makan. Kami terus memantau perkembangan belajar mereka. Kami berharap langkah kecil ini bisa membawa perubahan besar bagi masa depan mereka,” ujar Wakapolsek.
Sementara itu, Kepala Distrik Tembagapura Dev R. Tatiratu menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan managemen PTFI dan mendapat respon yang baik, bahwa tahun ini PTFI akan membangun sekolah di Banti.

Wakil Ketua III DPRK Mimika, Ester Tsenawatme turut menyampaikan terimakasih atas kepedulian Polsek Tembagapura terhadap anak -anak Banti, dirinya berjanji akan memperjuangkan hal ini kepada Dinas Terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan.
Hal senada diungkapkan oleh anggota Pansus yang lain yakni Amons Jamang, Luter Beanal, Adolf Omaleng, Ester Rika Komber maupun Darwin Rombe, mereka menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh jajaran Polsek Tembagapura. Mereka berharap PT. Freeport bisa lebih memperhatikan masyarakat disekitar perusahaan, termasuk akses pendidikan, kesehatan dan Ekonomi masyarakat.
Pansus Kemanusiaan DPR juga berjanji akan terus memantau perkembangan upaya ini dan akan berusaha mendukung melalui berbagai kebijakan dan program pemerintah, agar upaya yang telah dimulai ini dapat berjalan berkelanjutan dan dapat diterapkan juga di wilayah-wilayah lain yang memiliki kondisi serupa. (don)

