MIMIKA, (timikabisnis.com)– Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban yang masuk ke Kabupaten Mimika.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat, aman, serta bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
Pengawasan dilaksanakan di Pelabuhan Pomako, Timika, terhadap hewan kurban yang didatangkan dari sejumlah daerah seperti Maluku Tengah, Tual, dan Kaimana.
Petugas karantina melakukan pemeriksaan dokumen, pengecekan kondisi fisik hewan, hingga pemantauan kemungkinan adanya penyakit menular pada hewan yang masuk ke wilayah tersebut.
Kepala Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan bahwa pengawasan ketat perlu dilakukan seiring meningkatnya mobilitas hewan kurban menjelang hari raya.
” Pengawasan karantina menjadi langkah penting untuk memastikan hewan kurban yang masuk telah memenuhi persyaratan kesehatan dan bebas dari penyakit berbahaya. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melindungi kesehatan masyarakat dan populasi ternak di Papua Tengah,” ucapnya melalui keterangan rilis pada Sabtu (23/5/2026).
Berdasarkan data aplikasi Best Trust, jumlah pemasukan hewan kurban ke Timika pada tahun 2026 mengalami kenaikan sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun 2025 tercatat sebanyak 603 ekor hewan kurban masuk ke wilayah Timika, maka pada tahun ini meningkat menjadi 668 ekor.
Rinciannya terdiri dari 387 ekor sapi, 235 ekor kambing, dan 46 ekor domba dengan total nilai jual diperkirakan mencapai hampir Rp6 miliar. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban menjelang Idul adha.
Selain melakukan pengawasan, pihak karantina juga mengingatkan para pelaku usaha dan masyarakat agar selalu mematuhi aturan karantina dengan melengkapi dokumen resmi serta melaporkan setiap pemasukan hewan kepada petugas.
” Dengan kepatuhan bersama, lalu lintas hewan kurban dapat berjalan aman, tertib, dan sehat. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk mencegah penyebaran penyakit hewan yang dapat berdampak pada masyarakat,” tandas Anton. (Lyddia Bahy).

