Pansus Air Bersih DPRK Mimika Dalami Pengelolaan Air Minum di Perumda Air Minum Kota Makassar

MAKASSAR,(timikabisnis.com) – Tim Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih DPRK Mimika melakukan audiens sekaligus kunjungan kerja ke Perumda Air Minum Kota Makassar, Senin (29/6/2026), guna mendalami sistem pengelolaan air minum sebagai bahan penyusunan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dalam upaya meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Rombongan dipimpin Ketua Pansus Air Bersih DPRK Mimika, Rizal Pata’dan, didampingi Wakil Ketua Agustinus W. Murib, Sekretaris Federina Matirani, serta anggota Pansus,Elias Rande Ratu, Simson Gujangge, Daud Bunga, Benyamin Sarira, Anton Pali, Herman Tangke Pare, dan Bilianus Zoani, bersama staf Sekretariat DPRK Mimika serta tenaga ahli Pansus, Yulius Bimbin.

Tim Pansus didampingi karyawan Perumda Kota Makassar saat melihat bak desinfeksi, tempat pembubuhan desinfektan (larutan kimia Pembunuh bakteri/mikrobiologi, dan penjernih air) kedalam air. Dari sini air di alirkan ke Reservoir untuk didistribusi ke rumah rumah

Kedatangan rombongan diterima Pelaksana tugas (Plt) Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar, Wirda Fauzah Madjid, beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Wirda Fauzah Madjid menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Pansus Air Bersih DPRK Mimika. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman dan informasi mengenai tata kelola penyediaan air minum yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Mimika.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Tim Pansus Air Bersih DPRK Mimika. Semoga materi dan pengalaman yang kami bagikan dapat menjadi referensi dalam pengelolaan air bersih di Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Air Bersih DPRK Mimika, Rizal Pata’dan, menyampikan Terima kasih kepada Perumda Air Minum Kota Makassar yang telah menerima serta berbagi ilmu kepada kami.

Ia mengatakan Kota Makassar dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai memiliki salah satu sistem pengelolaan air minum terbaik di kawasan Indonesia Timur.

“Kami sangat senang dan bangga dapat diterima di Perumda Air Minum Kota Makassar. Tujuan kami datang ke sini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan dan pelayanan air bersih dilakukan. Makassar kami pilih karena menjadi salah satu Perumda air minum terbaik di Indonesia Timur,” kata Rizal.

Tim Pansus didampingi karyawan Perumda Kota Makassar saat melihat Lokasi Bak Koagulasi, Tempat penampungan air dari sumber air baku sungai Jeneberang, dan pembunuhan koagulan yaitu larutan kimia yg menggumpalkan partikel kotoran atau zat pencemar yang sangat halus di dalam air baku seperti lumpur agar menjadi gumpalan yang lebih besar, sehingga kotoran tsb mudah diendapkan.

Ia menjelaskan, hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan bagi Tim Pansus dalam menyusun rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika agar pembangunan sistem penyediaan air bersih dapat dilakukan secara lebih baik.

Dalam kesempatan itu, pihak Perumda Air Minum Kota Makassar memaparkan gambaran umum perusahaan, mulai dari aspek regulasi, kelembagaan, sumber air baku, sistem pelayanan hingga pengelolaan operasional.

Dijelaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Makassar berstatus Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang dibentuk melalui Peraturan Daerah dan menjalankan operasional berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan sistem penyediaan air minum.

Saat ini, Perumda Air Minum Kota Makassar melayani sekitar 59 persen cakupan pelayanan dengan jumlah pelanggan aktif mencapai 187.031 sambungan. Dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan didukung sekitar 1.200 pegawai.

Lokasi Rumah pompa pendorong (booster pump) untuk mendistribusi air bersih dari Reservoir bawah tanah ke pelanggan.

Dari sisi produksi, sumber air baku yang digunakan berasal dari air permukaan. Sebagian instalasi dikelola langsung oleh Perumda, sedangkan beberapa unit lainnya dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Dalam sesi diskusi, anggota Pansus mengajukan berbagai pertanyaan mengenai aspek regulasi, hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah, sumber air baku, sistem pengolahan air hingga pola pelayanan kepada masyarakat.

Daud Bunga menilai pengalaman Perumda Air Minum Kota Makassar menjadi referensi penting bagi Mimika, khususnya mengenai pembentukan Perumda, sistem regulasi, serta pengelolaan pelanggan dan tarif pelayanan.

Agustinus Murib mempertanyakan sumber air baku yang digunakan dan proses pengelolaannya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Produksi menjelaskan bahwa sumber air berasal dari air permukaan yang dikelola melalui beberapa instalasi, baik yang dioperasikan langsung oleh Perumda maupun melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Sementara itu, Benyamin Sasrira meminta penjelasan mengenai dasar hukum pembentukan Perumda. Pihak Perumda menjelaskan bahwa pengelolaan perusahaan mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, regulasi Kementerian Dalam Negeri mengenai BUMD, serta Peraturan Daerah sebagai dasar hukum operasional perusahaan.

Anton Pali menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh selama kunjungan akan menjadi bahan penting bagi Pansus dalam memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika.

Menurutnya, kerja sama dengan pihak ketiga juga menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan pelayanan air bersih.

Hal senada disampaikan Elias Rande Ratu yang menilai berbagai praktik pengelolaan di Kota Makassar dapat diadopsi sesuai kebutuhan dan kondisi Kabupaten Mimika.

Sekretaris Pansus, Federina Matirani, juga menjelaskan kondisi geografis Mimika yang memiliki wilayah perkotaan, pesisir hingga pegunungan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan air bersih sehingga dibutuhkan sistem pengelolaan yang tepat.

Menutup audiensi, Rizal Pata’dan mengakui kunjungan tersebut memberikan banyak pelajaran berharga bagi Tim Pansus.

Menurutnya, hasil diskusi dengan jajaran Perumda Air Minum Kota Makassar menunjukkan bahwa pembangunan sistem penyediaan air bersih harus diawali dengan perencanaan yang matang, mulai dari studi kelayakan, penyusunan regulasi, hingga aspek teknis pelaksanaan.

Tim Pansus didampingi karyawan Perumda Kota Makassar saat melihat Lokasi Bak Koagulasi, Tempat penampungan air dari sumber air baku sungai Jeneberang, dan pembunuhan koagulan yaitu larutan kimia yg menggumpalkan partikel kotoran atau zat pencemar yang sangat halus di dalam air baku seperti lumpur agar menjadi gumpalan yang lebih besar, sehingga kotoran tsb mudah diendapkan.

“Setelah berdiskusi dengan pihak Perumda Air Minum Kota Makassar, kami menyadari bahwa pengelolaan air bersih di Mimika masih perlu banyak pembenahan. Seharusnya semua dipersiapkan dari hulu, mulai dari studi kelayakan, regulasi hingga aspek teknis lainnya sebelum pekerjaan dilaksanakan. Itu menjadi pelajaran penting bagi kami,” ujar Rizal.

Ia menegaskan, sepulang dari Makassar Tim Pansus akan menyusun rencana kerja serta rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika sebagai pedoman dalam memperbaiki sistem penyediaan air bersih.

Sebelum mengakhiri rangkaian kegiatan, Tim Pansus Air Bersih DPRK Mimika bersama jajaran Perumda Air Minum Kota Makassar mengabadikan momen dengan foto bersama.

Selanjutnya, rombongan Tim Pansus didampingi karyawan Perumda Air Minum Kota Makassar meninjau secara langsung sejumlah fasilitas pendukung pengelolaan air minum. Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat proses produksi, sistem pengolahan air, hingga berbagai sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Rizal berharap seluruh pengalaman, informasi, dan praktik baik yang diperoleh selama kunjungan kerja tersebut dapat menjadi bekal bagi Tim Pansus dalam merumuskan rekomendasi yang komprehensif kepada Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Kami akan memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar pengelolaan air bersih ke depan lebih terarah, terencana, dan berjalan sesuai regulasi sehingga masyarakat Kabupaten Mimika dapat menikmati pelayanan air bersih yang layak, berkualitas, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Aniz Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *