Anggota DPRD Mimika Daerah Pemilihan II dari Partai Bulan Bintang (PBB), Herman Gafur,SE saat menggelar kegiatan reses dengan bertemu warga dari RT dan RW serta kelurahan dari Distrik Mimika Baru di Halaman Kantor Lurah Sempan, Rabu (17/11/2021)/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Merasa kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten Mimika, warga Kelurahan Sempan, distrik Mimika Baru menyampaikan sejumlah usulan dan aspirasi dalam kegiatan Reses ke II kepada anggota DPRD Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) II dari Partai Bulan Bintang (PBB), Herman Gafur ,SE di Kantor Kelurahan Sempan, Rabu (17/11/2021).
Adapun sejumlah usulan yang disampaikan warga Kelurahan Sempan dalam kegiatan reses yang digelar di halaman kantor Kelurahan Sempan tersebut seperti pembangunan jalan jalan dipemukiman warga, drainase,soal sampa, pendidikan, Kesehatan, Kamtibmas, Lampu Jalan, Jembatan serta mengusulkan honor RT agar dapat ditingkatkan.
Dalam kegiatan reses anggota DPRD Mimika dari Dapil 2 tersebut selain menghadirkan perwakilan warga dari beberapa kelurahan, juga hadir Kepala Distrik Mimika Baru Dedy Damhudi Paukoma serta dihadiri seluruh Lurah yang ada di lingkup Distrik Mimika Baru, seperti Lurah Perintis, Lurah Otomona, Lurah Sempan, Lurah Timika Indah, Lurah Pasar Sentral, Lurah Dingo Narama dan Lurah Kebun Sirih.
Yohanis Goo Warga Kelurahan Sempan dihadapan anggota DPRD Mimika Herman Gafur mengatakan khusus di kelurahan Sempan ini banyak jalan jalan pemukiman yang kondisinya sangat rusak parah dan sudah cukup lama tidak diaspal.
“Dikelurahan Sempan ini pembangunan infrastruktur sangat minim, seperti jalan dipemukiman warga hingga saat ini kondisinya rusak parah. Mohon kiranya ini dapat diperjuangkan oleh DPRD Mimika khususnya dari Dapil 2, ada jalan yang sudah detailing tapi rusaknya lebih banyak ketimbang baiknya. Mohon usulan warga Sempan ini dapat diperjuangkan dan bisa segera dilaksanakan oleh pemerintah daerah, karena kondisi ini sudah cukup lama. Kami juga minta agar honor ketua ketua RT bisa dinaikkan, karena ketua ketua RT menajdi tulang punggung,”pinta Yohanis Goo.
Sedangkan Ketua RT 19 Bapa Kiky mengusulkan agar Jalan di Lorong Anggrek bisa segera diaspal atau detailing, karena lorong Anggrek ini sudah sangat lama belum diaspal. Dirinya menyampaikan hal ini karena jampir seluruh warga di Kelurahan Sempan ini mengeluh karena akibat jalan yang berlubang sehingga aktifitas sehari hari terganggu.
“Kondisi jalan rusak dilorong Anggrek ini sudah berlangsung cukup lama, mulai dari depan Lampu Merah Timika Mall hingga ke jalur 7 kebelakang kondisinya rusak parah. Mohon ini pa dewan bisa perjuangkan dan bisa segera dikerjakan leh pemerintah daerah,”pinta Bapa Kiky.
Sementara perwakilan dari sekolah SMP Negeri Koperapoka meminta kepada pemerintah melalui Dinas Pendidikan untuk bisa mengusulkan pembangunan pagar keliling Sekolah demi keamanan dan kenyamanan para siswa, sebab lingkungan sekolah berdekatan dengan pemukiman warga. Begitu juga dengan kondisi jalan masuk ke sekolah yang berlubang dan berbecek.
“Kami pihak sekolah SMP Koperapoka butuh adanya pagar keliling sekolah dan jalan agar aktifitas murid dan keamanan seluruh asset sekolah bisa terjaga. Kondisi halaman sekolah saat ini sering terjadi banjir dan limbah dari rumah tangga semuanya masuk dihalaman sekolah. Mohon usulan ini dapat diperjuangkan oleh bapa dewan melalui dinas pendidikan,”pintanya.
Hal yang sama juga disampaikan Lurah Sempan Frederika Yatam, yang menaruh besar harapan kepada anggota DPRD Mimika Mimika Herman Gafur agar bisa memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan drainase serta sekolah SD dan SMP bisa diperhatikan.
“Kelurahan Sempan ini seperti anak tiri, karena kelurahan lain sudah banyak pembangunan infrastruktur sementara Kelurahan Sempan luput dari perhatian pemerintah. Kalau bisa di tahun 2022 mendatang Kelurahan Sempan sudah ada perubahan, terutama sector infrastruktur jalan jembatan, pendidikan dan kesehatan,”pinta Lurah Sempan.
Khusus untuk sector pendidikan, mohon kiranya menjadi perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.
“Kasihan disaat musim hujan anak anak sekolah dengan kaki kosong ke sekolah karena sekolah kebanjiran dan jalan menuju sekolah terendam banjir, mohon ini menjadi keseriusan pemerintah,”keluhnya.
Menanggapi berbagai keluhan dan usulan dari warga yang berasal dari beberapa kelurahan di distrik Mimika Baru, anggota DPRD Mimika dari Partai Nasdem Herman Gafur mengakui bahwa seluruh usulan dan aspirasi sudah diterima dan dicatat serta juga dari beberapa usulan sudah didapat melalui Kepala Distrik dan Lura lurah.
“Seluruh usulan dari warga dari semua kelurahan di distrik MImika Baru sudah dicatat dan yang bersifat emergency akan segera dikoordinasikan dengan OPD tehnis, Seperti infrastruktur jalan dengan dinas PU dan soal sekolah akan coba dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan. Khusus untuk persoalan sampah yang menjadi keluhan sebagian warga, coba nanti akan kami bicarakan dengan Dinas Ligkungan Hidup,”kata Herman.
Menyangkut persoalan beberapa jalan dan jembatan yang masih banyak belum diaspal atau detailing, kata Herman akan menjadi tanggungjawabnya untuk mendoronnya di APBD perubahan melalui Badan Anggaran DPRD, kalaupun tidak diakomodir di APBD induk akan diupayakan untuk masuk dalam Pokok Pikiran Dewan (Pokir).
“Saya akan berusaha untuk memperjuangkan seluruh usulan yang sudah masuk dari warga, dan akan diusahakan untuk didorong di APBD Induk 2021, kalau nantinya tidak bisa diakomodir masih adan jalan melalui usulan pokir setiap anggota dewan. Untuk jalan saya kira harus bertahap, sejauh ini dirinya sudah berusaha untuk menjawab semua apa yang menjadi keresahan warga khususnya jalan dan jembatan serta lampu penerangan jalan,”aku Herman.
Sementara Kepala Distrik Mimika Baru, Dedi Damhudi Poukuma dihadapan warga menjelaskan bahwa dengan adanya rencana pengalihan kewenangan dari OPD tehnis kepada Distrik diharapkan semua program bisa ditangani langsung oleh dinas sehingga semua program yang menjadi program prioritas dapat langsung di ekseskusi melalui Distrik.
“Semoga saja sebagian kewenangan yang selama ini melekat di OPD dapat dilimpahkan ke distrik sehingga bisa terjawab apa yang menjadi kebutuhan warga seperti soal penanganan sampah. Kita saat ini diminta untuk untuk buat inovasi dari distrik dan kelurahan tetapi tidak didukung dengan anggaran maka percuma, karena itu semoga di tahun 2022 mendatang semua program yang belum berjalan di distrik Mimika Baru bisa semua terealisasi,”tegas Dedi.
Dalam kegiatan reses yang berlangsung selama hampir tiga jam, berbagai usulan dan masukan dari warga yang mewakili RT, RW dan kelurahan menyampaikan langsung kepada anggota DPRD Mimika selain usulan secara tertulis yang diterima untuk selanjutknya dirampungkan untuk menjadi sebuah usulan dan program dari warga.
Pada kesempatan tersebut, anggota DPRD Mimika dari Dapil II Partai PBB Herman Gafur juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga dari setiap RT dari kelurahan yang ada di distrik Mimika Baru. (opa)
