Timika (timikabisnis) – Anggota DPRD Mimika dari Partai Golkar, Marianus Tandiseno dan Meri Pongutan melaksanakan kegiatan Reses Tahap II di Kelurahan Kadun Jaya Distrik Wania tepatnya di Aula Kilo 10, Rabu (17/11).
Menanggapi keluhan warga Kadun Jaya terkait jalan masuk yang rusak, Mariunus Tandiseno atau yang biasa dipanggil Pong Kelvin berjanji akan memperjuangkan jalan masuk kilo 10 ini bisa diperbaiki.
” Saya tidak janji muluk-muluk, Apa yang bisa saya bantu akan saya kerjakan. Untuk jalan masuk Kilo 10 saya usahakan tahun depan, tahun 2022, akan saya perbaiki, minimal di Tailing ” kata Mariunus.
Masalah jalan ini dikeluhkan oleh Sekretaris Bamuskam Kadun Jaya, H.Syarifuddin yang mengatakan, dari awal berdirinya Kadun Jaya sampai sekarang jalan tidak pernah diperbaiki, “sering kali kami dari Bamuskam usulkan pada Musrenbang tapi tidak pernah terealisasi”. karena itu dengan kehadiran dewan ini, dia berharap dapat diperjuangkan.
Adapun seorang warga menyesalkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kelurahan kadun jaya, “jangan lihat kami sebelah mata karena pekerjaan kami, tapi lihat kami sebagai sesama manusia” dia berharap dewan tidak janji kosong saja mohon diperjuangkan untuk pembangunan jalan.
Mudin, warga RT.9. berharap kepada Dewan agar keberadaan Kilo 10, sebagai tempat lokalisasi tetap dipertahankan. hal ini diperkuat oleh koordinator pramuria, Philia, yang merasa gusar karena adanya isu-isu penutupan kilo 10, Philia berharap dewan bisa memperjuangkan keberadaan Kilo 10,

” Ada isu-isu untuk penutupan tempat ini, saya berharap bapak dan Ibu Dewan bisa memperjuangkan keberadaan tempat ini, juga tidak adanya perhatian dari dinas sosial untuk kami, minimal kami dilengkapi dengan keterampilan kalau isu itu benar” kata Philia.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Meri Pongutan mengatakan belum pernah mendengar adanya isu penutupan lokalisasi tersebut. Meri berharap warga melakukan aktivitas seperti biasa.
Mariunus Tandiseno yang juga ketua Fraksi Golkar DPRD, menanggapi isu penutupan Lokalisasi mengatakan isu tersebut pernah ada, tapi sampai sekarang semua masih berjalan, lebih lanjut Mariunus mengatakan kalau Lokalisasi ini perlu ada, untuk menghindari pekerja seks bekerja di luar sehingga susah untuk di kontrol.
“Kalau di Lokalisasi ini kan semua bisa dikontrol, termasuk kesehatan pramuria terjamin karena ada tim kesehatan yang tiap bulan datang periksa, kalau diluar itu yang susah” katanya.
Selain dua masalah tersebut, warga juga mengusulkan perbaikan rumah ibadah maupun perbaikan Aula pertemuan agar warga bisa nyaman menggunakannya. (don)

