Masalah Drainase dan Normalisasi Sungai, Jadi Usulan Warga Wania, Dalam Reses Tandiseno dan Mery

Mariunus  Tandiseno dan Merry Pon hutan saat menerima Aspirasi Warga dalam kegiatan reses tahap 1 , Rabu (31/3)/Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Dua anggota DPRD Mimika Mariunus Tandiseno dan Mery Pongutan melaksanakan reses tahap I pada Dapil III  di distrik  Wania, kabupaten Mimika berlangsung  di depan SMA Negeri I jalan Yos Sudarso, Rabu (31/3).

Anggota DPRD dari Partai Golkar DPRD Mimika Mery Pongutan mengatakan, menjadi wakil rakyat dari Dapil III saat Pileg tahun 2019 lalu, menjadi tanggung jawab bagi dirinya untuk tetap menjadi corong dari masyarakat di Dapil Wania untuk menerima dan meneruskan aspirasi masyarakat.

“Kegiatan reses kali ini kami mengundang, barangkali ada aspirasi bisa disampaikan kepada kami agar kami bisa memberi dukungan bagi masyarakat khususnya kami dari Dapil III,” kata Mery.

Sementara itu Mariunus Tandiseno, Anggota DPRD Mimika mengatakan, kegiatan reses yang dilakukan saat ini merupakan reses tahap pertama, namun beberapa waktu lalu telah dilakukan musrenbang kampung dan distrik, yang mana aspirasi yang diusulkan, namun jika masih ada hal-hal yang bersifat urgen namun tidak di sampaikan pada saat Musrenbang agar disampaikan.

“Yang saya harapkan seperti kegiatan musrenbang itu sudah ada usulan yang masuk dan itulah kerjasama kita baik distrik,lurah, kampung dan RT untuk melihat prioritas atau urgen di distrik Wania,” kata Mariunus.

Kesempatan yang sama, Kadistrik Wania Richard Wakum mengatakan, usulan yang disampaikan baik saat musrenbang dan tentu menjadi hal prioritas, sama halnya dengan penyampaian aspirasi saat reses.

“Kita belum tahu diakomodir atau tidak, jadi kita berdoa supaya usulan yang kita usulkan kemarin dapat terjawab,” kata Richard.

Beberapa penyampaian aspirasi warga seperti drainase disepanjang jalan Yos Sudarso, perhatian pemerintah terhadap kader posyandu, pengaspalan dan penerangan jalan di lorong SMP Negeri 7 dan RT 22, penyelesaian batas RT, rumah sehat dan sanitasi, normalisasi sungai dan pembuatan talut, pasar mama-mama Papua yang sudah dibangun namun tidak difungsikan.

Mariunus mengakui usulan yang disampaikan sebagian akan menjadi prioritas dari dewan untuk berkoordinasi dengan OPD terkait maupun saat pembahasan.

Ia mengakui, tidak akan menjanjikan hal-hal yang besar, sebab antara terealisasi dan tidak, namun ia menjanjikan hal-hal kecil yang bisa terealisasi nantinya.

“Saya sampaikan hal-hal yang bisa saya realisasikan, kalau tidak terealisasi masyarakat tidak mau pilih saya, bagaimana,” ungkapnya.

Sutiyono, warga dari RT 22 Kelurahan Wonosari Jaya (SP1) meminta agar anggota Dewan dari Dapil 3 untuk bisa memperjuangkan pembangunan jalan dan drainase di RT nya.

“Pemerintah belum pernah menyentuh pembangunan di RT 22, baik itu jalan maupun drainase. Setiap kali hujan, jalan becek dan rumah warga tergenang banjir. Kami mohon pemerintah perhatikan kami secara serius, kami sudah cukup lama menderita, “keluhnya.

Warga RT 20 kelurahan Wonosari Jaya, Ny Sahriati meminta agar posyandu yang ada di RT nya untuk bisa diperbaiki atau merenovasi demi kenyamanan dalam pelayanan bagi warga.

“Posyando di RT kamu sangat tidak layak, tidak ada  wc dan agak sempit. Setiap hujan rumah warga yang ada di RT 20 terendam banjir karena drainase yang tidak bagus sehingga air meluap ke rumah warga, “aku Sahriati. (Opa)

Administrator Timika Bisnis