Lemasko Tak Pernah Rekomendasikan Jual Beli Besi Tua di Luar Timika

Ketua Lemasko, Gerry Okoare,didampingi sejumlah pengurus saat memberikan keterangan kepada wartawan di Hotel Serayu, Timika, Selasa (21/6/6/2022)./Foto : husyen opa

TIMIKA,(timikabisnis.com) – Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) menegaskan tidak pernah memberikan rekomendasi kepada perorangan atau kelompok soal aktifitas jual beli besi tua di luar Timika,

“Lemasko tidak bertanggungjawab soal jual beliu besi tua baik di Jakarta, Surabaya dan tempat lainnya di daerah Jawa, karena memang lembaga tak pernah memberikan rekomendasi. Jadi stop siapapun atau kelompok yang membawa nama lembaga adat atau mengatas namakan warga dari lima kampung, jadi stop jalan jual jual nama Lemasko,”tegas Ketua Lemasko, Gerry Okoare didampingi sejumlah pengurus  saat memberikan keterangan kepada wartawan di Hotel Serayu, Timika, Selasa (21/6/6/2022).

Gerry menegaskan, Lemasko tidak ikut campur apabila ada aktifitas jual beli besi tua di luar Timika dan yang ada itu di mile 38. Ia meminta agar  oknum oknum yang mengaku sebagai kepala suku dan mengatas namakan pengurus Yayasan Yu Amako untuk tidak lagi mengatas namaka masyarakat Kamoro.

“Orang orang Jakarta koq bisa ditipu dengan masyarakat saya dari Timika, mereka itu jalan kesana kemari ke pengusaha besi tua untuk mencari keutungan pribadi. Jika ada pengusaha yang merasa dirugikan dapat melaporkan kepada yang berwajib, mereka hanya jalan kesana kemari menipu pengusaha untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Kita orang Kamoro tak pernah kirim besi tua, jadi itu bukan besi tuanya masyarakat Kamoro,”kecam Gerry.

Kata dia, besi tua yang selama ini diperjualbelikan di Jakarta maupun Surabaya dan kota liannya di luar Timika adalah milik perusahaan-perusahaan di Indonesia yang dititipkan.

“Kepada pihak pihak yang merasa dirugikan atas hal ini bisa melapor agar oknum-oknum ini bisa dipenjara, ditangkap karena itu pribadi, Lemasko tidak pernah kasi surat untuk besi tua. Lembaga sama sekali tidak mengetahui aktivitas penjualan besi tua di luar Timika. Saat ini pihaknya hanya mengetahui lokasi besi tua di Mile 38 dengan MoU bersama Lemasa dengan pembagian yang sama bersama Lemasa,”katanya.

Dikatakan Gerry, bahwa pembeli besi tua yang sesuai MoU bersama Lemasa di ambil di Mile 38 dan sebelum dibawa wajib membayarnya. Hasil dari besi tua yang baru dijalankan selama kurang lebih dua tahun ini dibelikan fasilitas ambulance laut dan untuk membantu masyarakat Suku Mimika Wee.

Hal yang sama juga ditegaskan salah satu pengurus Lemasko, Dominikus Mitoro  bahwa besi tua yang diperjualbelikan di Jakarta adalah ilegal karena mereka tidak mendapat rekomendasi dari Lemasko.  (*opa)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *