Kerjasama Pengembangan Ekonomi Keuskupan dan PT FI Untuk kebutuhan Ikan Segar

Timika (timikabisnis) – Pihak Keuskupan Timika sejak 207 lalu telah menjalin kerjasama pengembangan ekonomi dengan SLD PT Freeporrt Indonesia (PTFI) dengan fokus program bidang pertanian, perkebunan dan perikanan. Untuk program perikanan, Bagian perekonomian Keuskupan adalah salah satu vendor PTFI untuk memasok ikan segar ke lingkungan perusahaan.

Direktur pengembangan Ekonomi keuskupan Timika, Benyamin Meo, kepada wartawan mengatakan kerjasama tahap pertama, pihaknya pasok ikan ke PTFI melalui PT Pangan Sari Utama (PSU) sejak 2017 dengan jumlah yang tidak besar. Tahun ini adalah tahap kedua dimana kerjasama itu dilanjutkan dengan memperbesar kapasitas. Dimana PTFI mensuport keuskupan dengan bantuan-bantuan seperti cold storage dengan kapasitas 60 ton. Dengan bantuan ini diharapkan semua tangkapan nelayan dan masyarakat pesisir bisa tertampung.

Untuk suplai ikan ke pangansari dalam tiga bulan berlakangan kata Benyamin yang biasa dipanggil Beny ini sebanyak 20 ton. Jadi bila maju dihitung sekitar 6-7 ton per bulan. Dan itu keusukupan mampu penuhi Pasar di peruasahaan PTFI melalui PTPSU.

Untuk tangkapan nelayan lokal menurut Beny, masih kurang sehingga phaknya mendapat pasokan dari luar. Ada banyak pengusaha dari luar yang pasok ikan masuk Timika dan peluang itu yang keuskupan bisa manfaatkan. Kedepan diharapkan kalau boleh pasokan ikan ke PSU tidak lagi 20 ton per tiga bulan, tapi 20 ton untuk setiap bulan.

Soal pasokan tiap bulan, beny mengatakan pihak PSU sudah datang survei ke bagian ekonomi keuskupan untuk melihat kersiapan-kesiapandan keseriusan mereka dalam menyambut dan meningkatkan kerjsasama ini. Dengan hasil survei ini kata dia dapat mengubah keputusan mereka yang selama ini mereka terima 2 ton tiap tiga bulan , tapi kedepan sudah bisa 20 ton per bulan. Keuskupan sangat serius mempersiapkan segala kebutuhan berkaitan dengan peningkatan kerjasama ini. Apalagi Departemen SLD begitu serius dengan program-program pembinaan untuk masyarakat lokal, yang mana pekerjaan itu sebagiannya dialihkan melalui kerjasama dengan keuskupan.

Selain ikan, di Otakkwa Keusukupan sudah membangun minim market yang menyediakan semua kebutuhan masyarakat, seperti bahan makanan, bahan bangunan, dan lain-lain. Mini market ini di rencanakan akan diresmikan pada Kamis (12/11) minggu ini. Diharapkan warga tidak lagi turun beli sembako ke Timika, tapi bisa beli di mini market milik Keuskupan di Otakwa. Termasuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), dimana sudah ada mesin pertamina mini untuk pengisian BBM di kendaraan speed boat atau perahu nelayan.

Untuk kegiatan pertanian keuskupan memiliki beberapa tenaga penyuluh pertanian yang ditempatkan di Manasari, Fanamo dan Omawita. Ada program perkebunan kelapa, ada juga pertanian untuk sayur mayur, lombok (rica), bawang , tomat dan lain-lain. Intinya perkebunan tetap jalan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat. Untuk program pronomi 2 diharapkan nelayan dilatih bagaimana merencanakan penangkapan itu secara baik hingga sampai pada penerima hasil tangkapan itu. Untuk pronomi 2, ada pelatihan-pelatihan sepertti membuat perahu, membuat perahu Fiber glass, cara membuat jaring ikan (jala), termasuk pelaihan untuk pertanian. (don)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!