Kemendagri RI Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparat Pemerintah Dan Pengurus Kelembagaan Desa di Timika

Foto bersama dua narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua, Ferdinan F Jewun,S,STP dan Viktor Rimindubby bersama para perwakilan dari sejumlah kampung di Kabupaten Mimika yang mengikuti pelatihan di Hotel Cartenz Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (6/11/2023)/Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Direktorat Jendral Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (RI) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua selama empat hari terhitung sejak, Jumat, 3 November hingga Senin 6 November 2023 menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Aparatur Pemerintah Desa  dan Pengurus Kelembagaan Desa  bagi aparat Kampung di kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan pelatihan yang melibatkan perwakilan dari Sembilan kampung yang ada di kabupaten Mimika berlangsung di Hotel Cartenz di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dengan menghadirkan dua naras sumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Mimika, masing – masing Ferdinan F Jewun,S,STP dan Viktor Rimindubby.

Para peserta dari para Kepala Kampung dan Bamuskam sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dengan sejumlah materi diantaranya, tentang Kepemimpinan dan Kewirausahaan, tentang kebijakan penyelenggaraan pemerintahan desa, Perencanaan Pembangunan Desa, Pengelolaan Keuangan Desa, Penyusunan Peraturan di desa, Pengelolaan keuangan desa, Gerakan Kelembagaan PKK dan Posyandu, Pengembangan Bumdes dan Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa, Menata Kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Penguatan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa.

Viktor Rimindubby salah satu pemateri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua berharap melalui pelatihan yang disampaikan kepada aparat kampung dengan sejumlah materi tentang penyelenggaraan pemerintah desa mulai dari perencanaan hingga pertangungjawabannya dapat diimplementasikan nantinya setelah kembali ke kampung masing-masing.

“Paling tidak dalam mengelola pemerintahan desa dan penguatan kelembagaan ini ada ilmu yang bisa dibawah ke kampung, sehingga pelaksanaan dan penatakelolaan pemerintahan desa benar-benar berjalan sesuai mekanisme. Banyak potensi potensi pendapatan desa yang ada di kampung, bagaimana kiat serta upaya kepala desa dan aparat kampung untuk menggali pendapatan desa sehingga bisa memajukan dan mensejahterakan kampung,”ungkap Viktor.

Viktor Rimindubby selaku narasumber dalam pelatihan saat melepas kartu peserta pelatihan sebagai tanda penutupan Pelatihan  Peningkatan Kapasitas bagi Aparatur Pemerintah Desa  dan Pengurus Kelembagaan Desa  bagi aparat Kampung di kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (6/11/2023)/Foto : husyen opa

Hal senada juga disampaikan pemateri lainnya Ferdinand F Jewun, S.STP  bahwa dengan selesainya pelaksanaan pelatihan ada ilmu atau hal baru yang bisa menjadi pengetahuan seluruh aparat kampung untuk dapat dilaksanakan di kampung, bagaimana cara mengelola kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Penguatan serta Fungsi BPD, termasuk menggerakkan semua kelembagaan PKK dan Posyandu maupun Karang Taruna atau KNPI di kampung.

“Saya berharap melalui pelatihan ini seluruh aparat kampung dapat memahami dan melaksanakan fungsi dan tugas sebagai pelayanan masyarakat di kampung, seperti laporan administrasi dan penggunaan dana desa yang sesuai peruntukkannya dan dapat dipertanggungjawabkan seluruh anggaran yang dikelola desa,”tegas Ferdinan.

Sementara salah satu perwakilan peserta Lexy Pakage dalam pesan dan kesannya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah memberikan dan berbagi pengetahuan terhadap seluruh aparat kampung, sehingga ada ilmu atau pengetahuan yang dapat dijalankan sesuai aturan dan perundang undangan.

“Tentunya ada ilmu yang baik dari kegiatan pelatihan bagi aparat desa, diharapkan kedepan kegiatan seperti ini terus dilakukan dan dapat melibatkan seluruh RT dan RW. Kegiatan ini sangat positif, sebab selama ini karena minimnya pendamping di kampung sehingga banyak program yang tidak berjalan dan banyak menemukan masalah,”pesan Lexy.

Dirinya berharap, program pelatihan seperti ini secara kontinyu dilakukan karena masih banyak aparat kampung khususnya yang ada di pelosok belum paham benar penjabaran dari tugas dan fungsi aparat kampung. (opa)

Administrator Timika Bisnis