Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Jarak Pandang Turun hingga 300 Meter

MIMIKA, (timikabisnis.com)- Kabut asap yang menyelimuti wilayah Timika, Papua Tengah, mulai berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin. Jarak pandang yang menurun hingga 300 meter pada Selasa (13/10/2026) menyebabkan sejumlah penerbangan dialihkan (divert) ke bandara alternatif, yakni Jayapura.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika, Muchammad Nafiek, mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi kemunculan asap sejak akhir September atau awal Oktober, berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot).

Menurut Nafiek, kondisi tersebut mulai berdampak signifikan terhadap penerbangan dalam sepekan terakhir. Pasalnya, fasilitas Instrument Landing System (ILS) kategori I di Bandara Timika membutuhkan jarak pandang minimum 800 meter agar pesawat dapat melakukan pendaratan sesuai prosedur keselamatan.

” Tadi pagi, jarak pandang turun sampai dengan 300 meter. Sehingga hari ini hampir semua penerbangan, seperti Sriwijaya, Lion, dan Garuda, mengalihkan penerbangannya ke bandara alternatif, yakni Jayapura,” jelas Nafiek saat ditemui di Kantor UPBU Bandara Baru Mozes Kilangin Timika, Selasa (13/10/2026).

Ia menegaskan, keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum, pilot tidak diperbolehkan memaksakan pendaratan dan harus mengambil langkah sesuai prosedur, seperti menunggu di udara (holding) atau mengalihkan penerbangan.

Dampak kondisi ini tidak hanya berupa pengalihan rute, tetapi juga penundaan hingga pembatalan penerbangan. Sejumlah jadwal bahkan harus diatur ulang untuk melayani penumpang yang tertunda pada hari sebelumnya.

Untuk mengantisipasi kondisi yang diperkirakan berlangsung cukup lama, pihak bandara berupaya mengoptimalkan fasilitas dan jam operasional guna mendukung pelayanan penerbangan. UPBU Mozes Kilangin juga telah melaporkan situasi tersebut kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandara Wilayah X Merauke untuk penanganan lebih lanjut.

” Kami berharap kondisi ini bisa dipahami oleh masyarakat. Jika keberangkatan ditunda atau tidak jadi diberangkatkan, itu semata-mata untuk menjaga keselamatan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan,” tuturnya. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *