MIMIKA,(timikabisnis.com) – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas untuk menjadikan pembangunan konektivitas sebagai prioritas utama dalam percepatan pembangunan di Tanah Papua.
Hal tersebut disampaikan Johannes Rettob saat Dialog Strategis Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas bersama para gubernur serta bupati/wali kota se-Tanah Papua yang berlangsung di ruang rapat Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mimika, Kamis (30/7/2026).
Dalam forum tersebut, Johannes menegaskan bahwa masih banyak wilayah di Papua yang belum terhubung dengan akses transportasi dan infrastruktur yang memadai. Menurutnya, penguatan konektivitas merupakan langkah awal yang harus dilakukan untuk membuka keterisolasian daerah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
“Saya kira pembangunan diarahkan ke konektivitas dulu untuk membuka isolasi daerah. Nanti sedikit demi sedikit kita bisa membuka keterisolasian daerah,” ujarnya.
Selain menyoroti pentingnya konektivitas, Johannes juga mengangkat persoalan pemerataan pembangunan di Papua. Ia menilai pemerintah daerah masih harus berulang kali mengajukan usulan ke pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan pendanaan, padahal Papua merupakan salah satu daerah yang memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara melalui sektor sumber daya alam.
Menurut Johannes, sebagian alokasi anggaran nasional untuk berbagai program prioritas, seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, Program Makan Bergizi Gratis, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur, perlu diarahkan lebih besar untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Papua.
Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap percepatan pembangunan di Tanah Papua melalui kebijakan yang berpihak pada daerah, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan membuka akses bagi wilayah-wilayah yang masih tertinggal.
“Uang itu datang dari kami di Papua. Karena itu saya berharap anggaran yang ada diprioritaskan untuk daerah, sehingga pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua,” tegas Johannes.(Liddya Bahy)

