MIMIKA,(timikabisnis.com) – Program Kios Sampah Inauga di Kelurahan Inauga menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat sejak diluncurkan pada Januari 2026.
Program pengelolaan sampah berbasis digital ini tidak hanya membantu warga mengelola sampah rumah tangga, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi melalui penukaran hasil setoran dengan kebutuhan pokok.
Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 28 kepala keluarga (KK) telah bergabung dan aktif berpartisipasi. Pada penjualan perdana ke pengepul, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai hampir 80 kilogram.
Kepala Kelurahan Inauga, Gerson Rumbarar, mengatakan jenis sampah yang paling banyak disetor warga adalah botol plastik dan kaleng aluminium.
“Botol plastik dan kaleng memang paling dominan. Itu yang paling banyak dikumpulkan warga,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, melalui aplikasi Kios Sampah Mimika, warga dapat memilih jenis sampah bernilai jual untuk kemudian ditukarkan dengan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng.
“Warga cukup mengunduh aplikasi Kios Sampah Mimika di Play Store, lalu masuk ke menu Kios Sampah Inauga. Mereka bisa pilih mau dijemput atau diantar sendiri,” katanya.
Ia menjelaskan, layanan penjemputan menjadi salah satu keunggulan program tersebut. Petugas akan datang langsung ke rumah warga untuk menimbang sampah dan menginput data ke dalam aplikasi.
“Setiap kilogram sampah akan dikonversi menjadi poin, yang nantinya bisa ditukar dengan kebutuhan seperti beras dan minyak goreng,” jelasnya.
Meski berbasis digital, program ini tetap mengedepankan inklusivitas. Warga yang belum memiliki telepon genggam atau kesulitan menggunakan aplikasi tetap dapat dilayani melalui sistem pencatatan manual.
“Warga yang tidak punya HP tetap kami layani. Sampah ditimbang, dicatat, lalu mereka bisa memilih kebutuhan yang ingin ditukar,” ujarnya.
Pihak kelurahan juga menyediakan pendampingan bagi warga yang belum familiar dengan teknologi. Masyarakat dapat datang langsung ke kantor kelurahan untuk mendapatkan bantuan dalam mengunduh dan menggunakan aplikasi.
Gerson berharap program ini terus berkembang dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab.
“Harapannya, masyarakat semakin sadar bahwa sampah punya nilai ekonomi dan bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.(Liddya Bahy)

