Honorer Mengabdi Paling Lama Itu Prioritas Untuk Diangkat Jadi CPNS

Timika (timikabisnis) – Pemerintah Kabupaten Mimika, melalui Badan Diklat dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar prioritas honorer yang bekerja lama di Pemkab Mimika untuk diangkat menjadi CPNS. Kebiasaan yang terjadi di Timika selama ini, honorer baru masuk satu dua bulan saat tes masuk lolos jadi pegawai negeri.

Warga Kelurahan Wonosarijaya, Dasuki meminta Anggota DPRD Mimika Drs Leonardus Kocu, dapat memantau pemberkasan tenaga honor Pemkab Mimika, yang mana ada yang baru masuk sudah ikut pemberkasan. Padahal ada banyak honor ang sudah mengbadi bertahun tahun, berarti mereka sudah mengabdi dan sudah berjasa buat daerah ini.

Dasuki mengatakan, DPRD Mimika melalui Bapak Leonardus Kocu, dapat berjuang ke Pemkab agar pengangkatan PNS harus prioritas mereka yang mengabdi lama, baik di pemkab, petugas puskesmas, dan tenaga guru. Timika ada banyak honor yang baru masuk, dan mereka -mereka itu saat test PNS pasti lolos,karena koneksi dan jaringan mereka luas sehingga mereka mudah saja.

Dasuki mengakui sudah lama tinggal di Timika, dan kegitanya sehari-hari sebagai honor. Dirnya honor sudah tujuh tahun lamanya, dan jika pemkab menyelenggarakan test CPNS harus lebih prioritas yang sudah lama mengabdi ini. Dengan lama mengabdi berarti sudah mengetahui seluk beluk bekerja di pemerintahan.

Dirinya sudah lama tinggal di Timika dan sudah mengabdi di Kelurahan Wonosari Jaya sejak masih kampung. Awalnya Dasuki berkarya di Wonosari Jaya sebagai anggota Bamuskam, dan setelah berubah status menjadi kelurahan mereka langsung menjadi honor kelurahan. Sampai hari ini sudah tujuh tahun mengabdi sebagai honorer di kelurahan.

Dasuki juga mengusulkan pembangunan sejumlah jalan di Wonosarijaya, yang belum diaspal. Bapak Leonardus dapat memperjuangkan pembangunan jalan ini pada APBD 2021. Selain itu penamaan jalan sebaiknya dapat mengangkat nama pahlawan, tokoh-tokoh yang berjasa di Papua, juga nama-nama Flora dan fauna yang ada di Papua.

Sedangkan Aris Widuri meminta anggota DPRD Mimika dapat memperjuangkan pembangunan masjid Baiturahman SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya. Mesjid lama terlalu kecil dan sudah tua sehingga tidak mampu menampung jemaah yang jumlah bertambah banyak. Selain itu masjid ini sudah rapuh, sehingga warga Muslim SP 4 sudah membangun masjid baru yang baru ttahap fundasi dan pancang tiang. “ Kami sudah siapkan proposal biaya pembangunannya sebesar Rp24 miliar. Jika dewan tidak keberatan mohon perjuangkan proposal kami ini di Pemkab Mimika agar kami bisa dibantu,” kata Aris yang juga sebagai honor di SD Yayasan Hidayahtullah, kilo 8 Timika..

Selain itu, dengan perkembangan jemaah yang terius bertambah mereka juga butuh fasilitas perpustakaan dan fasilitas pendidikan lainnya. Dengan fasilitas ini generasi muda Islam Wonsari Jaya dapat belajar memperdalam ilmu agama dan ilmu pengetahuan umu lainya demi masa depan mereka.

Menanggapi usulan soal Anggota DPRD Mimika, Drs Leonardus Kocu, mengatakan sependapat bahwa Pemkab Mimika melalui Badan Diklat perlu memprioritas pemberkasan honorer yang yang sudah mengabdi lama di Pemkab Mimika. Selain itu juga pengangkatan juga harus utamakan yang mengabdi lama di daerah ini.

‘”Sekarang yang terjadidi OPD, kepala OPD baru juga ada honor baru. Tenaga honor itu entah adik, anak Om, anak tanta, adik sepupu jad honor tambah terus setiap tahun. Nanti kita pantau dan kita ingatkan Badan Diklat utamakan yang sudah mengabdi lama di daerah ini,’ terang Leonardus.

Soal pembangunan Masjid SP 4, DPRD perlu turun melihat aktifiitas pembangunan masjid baru. Soal perpustakaan dan fasilitas lainya, dia mengatakan program Presiden Jokowi reformasi mental, itu harus mulai dari lembaga keagamaan. Jadi setuju dengan usulan perpustakaan karena reformasi mental generasi muda harus mulai dari lembaga keagamaan yang terus menempa generais mudanya pengatahuan keagamaan yang kuat. (don)

Administrator Timika Bisnis