
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Kabupaten Mimika dari Daerah Pemilihan V, Sasiel Abugau menilai hampir sebagian warga asli Amungme dan Kamoro yang di dipedalaman saat ini sangat membutuhkan sentuhan pelayanan serius pemerintah Kabupaten Mimika dari sektor ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, perumahan dan ketersediaan pelayanan transportasi udara.
“Saya sebagai perwakilan dari masyarakat Amungme yang ada di Dapil V meliputi Aroanop, Tsinga, Hoya, Jila, Bela Alama, Jita dan Agimuga berharap agar pemerintah kabupaten Mimika bisa lebih serius untuk bisa melayani dan memperhatikan masyarakat dari sektor paling prioritas. Seperti sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, perumahan dan perumahan yang layak bagi warga Amungme yang tinggal di daerah sangat terpencil, “kata anggota DPRD Mimika dari Partai PDI Perjuangan Sasiel Abugau kepada timikabisnis.com di kantor DPRD Mimika, Senin (9/11).
Sasiel mengakui, bahwa dari hasil kegiatan reses maupun kunjungan kerja beberapa waktu lalu, hampir sebagian mengeluhkan belum maksimalnya pelayanan kesehatan dan pendidikan termasuk ketersediaan transpotasi udara.
“Atas nama kepala suku dan selalu anggota DPRD Mimika dari Dapil 5, mohon kiranya pemerintah daerah bersama pihak PT Freeport Indonesia bersama sama untuk membantu memaksimalkan pelayanan kesehatan dan ketersediaan rumah di pedalaman, termasuk menyediakan transportasi secara kontinyu bagi warga yang hendak kembali dari Timika ke kampung asalnya atau sebaliknya. Terlebih lagi menjelang Perayaan Natal dimana warga akan merayakan natal bersama keluarga di kampung, “tegas Sasiel Abugau yang juga merupakan anggota Komisi C DPRD Mimika ini.
Begitu juga dengan warga pengungsi dari tiga Kampung, Aroanop, Banti I dan Bantu II yang kini hidup tak menentu di kota Timika, harus segera dipulangkan dengan transportasi darat ke Kampung mereka masing masing.
“Freeport tidak boleh tinggal diam apalagi menutup mata terkait kepulangan masyarakat dari tiga Kampung yang pernah diungsikan turun ke Timika. Mereka warga tiga Kampung yang merupakan pemiliki wilayah yang masuk area kerja Freeport suka atau tidak suka harus bisa memfasilitasi kepulangan mereka dengan menggunakan Bus milik perusahaan, “keluhnya.
Masih kata Sasiel Abugau, soroti soal pelayanan kesehatan bagi petugas medis yang ditugaskan dipedalaman belum maksimal memberikan pelayanan kesehatan, terutama peningkatan gizi dan kesehatan bagi balita dan anak anak usia sekolah.
“Mereka anak anak balita dan usia sekolah sangat membutuhkan gizi untuk bisa tumbuh dan menjadi generasi sehat untuk melanjutkan pembangunan di kampung mereka. Karena itu, dinas Kesehatan harus bisa lebih memperhatikan hal ini agar petugas secara rutin memberi pelayanan kepada masyarakat yang ada di kampung kampung yang susah dijangkau, “ungkap Sasiel. (tim)
