MIMIKA, (timikabisnis.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar rapat Dewan Smart City sebagai langkah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program smart city.
Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah agar pembangunan kota cerdas tidak sekadar berfokus pada teknologi dan aplikasi, tetapi mampu menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Asisten III Setda Mimika, Herry Onawame, saat membuka rapat Dewan Smart City di Hotel Horison Ultima, Jumat (18/9/2026).
Herry mengatakan, Dewan Smart City memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk memastikan arah pembangunan smart city di Kabupaten Mimika berjalan terukur, terintegrasi, serta mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
” Smart city bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana kita mengelola sumber daya dan data yang ada untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Herry.
Menurutnya, keberhasilan program smart city harus diukur dari kontribusinya terhadap penyelesaian persoalan mendasar masyarakat, termasuk mendukung percepatan penurunan angka stunting dan kemiskinan di Kabupaten Mimika.
Ia menilai, pemanfaatan data yang akurat dapat membantu pemerintah dalam menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) maupun dengan sektor lainnya.
” Keberhasilan smart city pada akhirnya harus diukur dari seberapa besar dampaknya terhadap persoalan-persoalan mendasar seperti ini, bukan sekadar dari jumlah aplikasi yang dimiliki,” tegasnya.
Herry juga menekankan bahwa pembangunan smart city tidak dapat dipisahkan dari transformasi pemerintahan digital yang tengah dibangun Pemerintah Kabupaten Mimika.
Keduanya, kata dia, harus berjalan beriringan dan saling mendukung.
Transformasi pemerintahan digital diarahkan untuk memastikan tata kelola, data, serta layanan internal pemerintahan dapat terintegrasi.
Sementara itu, smart city diharapkan memastikan hasil transformasi tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan smart city merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika.
Selain kolaborasi, Herry menyoroti pentingnya ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar dalam setiap pengambilan keputusan. Data yang berkualitas dinilai menjadi fondasi agar berbagai program yang dijalankan benar-benar memiliki arah dan sasaran yang jelas.
” Kota cerdas tidak dilihat dari seberapa banyak teknologi atau aplikasi yang dimiliki, tetapi seberapa efektif solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi masyarakat. Jangan ada ego sektoral, tetapi mari berkolaborasi satu dengan yang lain demi kemajuan Mimika yang kita cintai,” pungkasnya.
Herry berharap rapat Dewan Smart City dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dan terukur untuk memperkuat pelaksanaan program smart city sekaligus mendorong kemajuan pembangunan di Kabupaten Mimika. (Lyddia Bahy).

