MIMIKA, (timikabisnis.com)- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat sebanyak 199 kasus HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, hingga Juni 2026.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar kasus ditemukan pada kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 34 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs melalui Penanggung Jawab Program HIV/AIDS Dinkes Mimika, Yoan Tauran, mengatakan kelompok usia muda masih menjadi penyumbang kasus terbanyak. Dari total 134 penderita yang berada pada rentang usia produktif, sekitar 51 persen di antaranya berusia 15 hingga 29 tahun.
“Kalau bicara HIV/AIDS, penularan atau penyebabnya pasti karena seks bebas,” ujar Yoan saat ditemui usai kegiatan, Rabu (5/8/2026).
Selain melakukan pendataan, Dinkes Mimika juga terus memastikan para pasien mendapatkan layanan pengobatan. Dari 199 kasus yang tercatat, sebanyak 170 pasien telah menjalani terapi antiretroviral (ARV), sedangkan sisanya masih dalam proses untuk memulai pengobatan sesuai prosedur medis.
Yoan menjelaskan, pasien yang hanya terdiagnosis HIV dapat langsung memulai terapi ARV. Namun, bagi pasien yang juga menderita tuberkulosis (TB), pengobatan harus mengikuti ketentuan yang berlaku dengan mendahulukan terapi TB sebelum pemberian ARV.
“Kalau bicara HIV, karena hanya satu diagnosa, hanya HIV, maka kita mulai dengan ARV. Kalau dia TB HIV, maka menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), pengobatan TB dulu baru dua minggu kemudian ARV,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinkes Mimika, penyebaran kasus terbanyak berada di Distrik Mimika Baru, disusul Distrik Wania. Sementara itu, berdasarkan jenis kelamin, tercatat 109 laki-laki dan 90 perempuan terdiagnosis HIV/AIDS.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menerapkan perilaku hidup sehat, menghindari perilaku berisiko, serta memanfaatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan secara dini sebagai upaya menekan penyebaran HIV/AIDS di daerah tersebut.
” Mari tingkatkan kesadaran untuk hidup sehat, hindari perilaku berisiko, dan lakukan pemeriksaan sejak dini. Bersama kita cegah penyebaran HIV/AIDS demi mewujudkan Mimika yang lebih sehat,” pungkasnya. (Lyddia Bahy).

